Bisnis.com, JAKARTA — Komisaris PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) Hasmoro menambah kepemilikan saham perseroan sebanyak 5,08 juta lembar pada awal Juni 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, Hasmoro melakukan pembelian saham HEAL dalam dua transaksi. Pada 2 Juni 2026, dia membeli 3.286.600 saham pada harga Rp913 per lembar. Selanjutnya pada 3 Juni 2026, Hasmoro kembali membeli 1.796.400 saham dengan harga Rp830 per lembar.
Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp4,49 miliar.
"Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk investasi," kata manajemen HEAL dalam keterbukaan informasi, Senin (8/6/2026).
Pasca transaksi, kepemilikan Hasmoro di HEAL meningkat menjadi 766.911.189 saham atau setara 4,99% dari total hak suara. Sebelumnya, dia menggenggam 761.828.189 saham atau sekitar 4,96%.
Di lantai bursa, saham HEAL ditutup melemah 3,75% atau turun 30 poin ke level Rp770 per saham pada perdagangan Senin (8/6/2026). Sepanjang tahun berjalan 2026, saham emiten rumah sakit tersebut telah terkoreksi 44,20%.
HEAL Tebar Dividen Rp207 Miliar Tahun Buku 2025
Sebelumnya, HEAL menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,5 per saham atau senilai Rp207 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan 48% dari laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu.
Sepanjang 2025, HEAL membukukan pendapatan sebesar Rp7,13 triliun, tumbuh 6,20% secara tahunan dibandingkan Rp6,72 triliun pada 2024. Namun, laba bersih perseroan terkoreksi 19,85% menjadi Rp429,55 miliar dari Rp535,94 miliar pada tahun sebelumnya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan juga menyetujui pengunduran diri Darwin Cyril Noerhadi dari posisi komisaris dan mengangkat Iswan Kosasih sebagai penggantinya. Selain itu, pemegang saham menyetujui pengangkatan Yustinus Immanuel Herawan sebagai direktur.
Direktur Utama Medikaloka Hermina Yulisar Khiat mengatakan perubahan susunan pengurus tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus memperkuat respons perseroan terhadap dinamika industri kesehatan.
"Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, serta terus menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers usai RUPST, Kamis (23/4/2026).
Untuk tahun ini, HEAL menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit dibandingkan realisasi 2025. Perseroan juga membidik pertumbuhan laba bersih, dengan target peningkatan hingga dua digit.
Adapun belanja modal (capex) tahun ini difokuskan untuk peningkatan kualitas layanan dan pengembangan fasilitas kesehatan. Perseroan menyiapkan anggaran lebih dari Rp1,2 triliun, termasuk untuk pengadaan peralatan medis yang lebih canggih guna meningkatkan layanan bagi pasien non-BPJS Kesehatan.
"Untuk kebutuhan tersebut kami sangat selektif dan anggaran yang kami siapkan lebih dari Rp1,2 triliun. Kami tetap akan mengembangkan, meningkatkan severity level penyakit dengan alat-alat medical device yang lebih canggih yang bisa mengundang engagement dokter-dokter spesialis maupun non-spesialis dengan strategi yang jitu dan efektif," pungkas Yulisar.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.