Bisnis.com, SUKABUMI - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi melaksanakan program transformasi digital dengan fokus pada pemberdayaan desa dan UMKM untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi semua lapisan masyarakat Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Komdigi, Yulis Widyo Marfiah mengatakan program transformasi digital ini dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Kami berkomitmen menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga manfaat teknologi dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia," kata Yulis.
Program transformasi digital BAKTI Komdigi meliputi berbagai inisiatif strategis, mulai dari penyediaan infrastruktur internet, pelatihan literasi digital, hingga pendampingan UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha.
Yulis menyebut bahwa pemberdayaan desa dan UMKM menjadi prioritas utama karena sektor ini memiliki peran vital dalam perekonomian nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2023 mencatat bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun, baru 26,5% yang terhubung dengan ekosistem digital. Kesenjangan ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk mendorong transformasi digital di sektor UMKM.
PEMBERDAYAAN TERPADU
BAKTI Komdigi mengembangkan strategi pemberdayaan digital terpadu yang meliputi empat pilar utama. Pertama, penyediaan infrastruktur dan konektivitas internet di wilayah 3T untuk memastikan akses teknologi merata.
Kedua, peningkatan literasi digital melalui program pelatihan dan sosialisasi yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga guru dan pegawai pemerintah.
Ketiga, pendampingan bisnis digital yang memberikan bimbingan teknis kepada UMKM dalam memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, manajemen keuangan, dan pengembangan produk.
Keempat, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem digital yang saling mendukung dan berkelanjutan.
Dewan Pengawas BAKTI Komdigi, Arfa Gunawan mengatakan program transformasi digital ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Digital 2045. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam mengakselerasi transformasi digital.
"Teknologi adalah hak seluruh masyarakat Indonesia. Kita harus memastikan bahwa manfaat digitalisasi dapat dirasakan oleh semua, termasuk masyarakat di daerah terpencil," ujar Arfa.
Salah satu program inovatif yang diluncurkan BAKTI Komdigi adalah Kompetisi Hidden Gem 2025 yang bertujuan mendorong UMKM, terutama dalam sektor pariwisata, lokal untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis mereka.
Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menunjukkan inovasi dan kreativitas mereka dalam memanfaatkan platform digital. Pemenang kompetisi akan mendapatkan pembinaan intensif dan akses ke berbagai fasilitas pendukung bisnis digital.
BAKTI Komdigi juga mengembangkan program UMKM Naik Kelas yang memberikan pendampingan menyeluruh kepada pelaku usaha kecil dan menengah. Program ini mencakup pelatihan digital marketing, manajemen bisnis online, hingga akses pembiayaan.
BAKTI Komdigi menggunakan pendekatan yang lebih personal dan praktis yang telah terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan adopsi teknologi digital. Kolaborasi dengan komunitas lokal, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah juga menjadi kunci keberhasilan program transformasi digital. Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal.
"Kami optimis bahwa dengan komitmen bersama, ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang memberdayakan masyarakat untuk memiliki kehidupan yang lebih baik," kata Yulis.
BAKTI Komdigi menargetkan pada 2026 akan ada peningkatan signifikan dalam jumlah UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital, serta perluasan akses internet di wilayah 3T hingga mencapai 20.000 lokasi di seluruh Indonesia.