Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan 139 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana banjir di Sumatra-Aceh.
Selain itu, pemerintah mencatat warga yang mengungsi turun dari 2 juta menjadi 12.994 orang. Penurunan ini karena warga telah pindah ke hunian sementara dan mendapat dana tunggu hunian untuk mengontrak rumah atau pindah ke rumah keluarga terdekat
"Yang [korban] meninggal dunia 1.205 orang, dan yang hilang 139 orang, dan pengungsi juga 2 juta lebih sekarang lebih kurang 12.994 di tenda," katanya saat rapat bersama pimpinan DPR, Rabu (18/2/2026).
Secara rinci, dia menjelaskan di Sumatra Barat sudah tidak ada warga yang mengungsi karena memilih tinggal di Huntara atau ke kediaman keluarga lainnya. Jumlah korban meninggal menjadi 267 dan korban hilang sebanyak 70 orang.
Lalu untuk Sumatra Utara, korban meninggal 376 orang dan korban hilang 40 orang. Sedangkan jumlah pengungsi yang semula lebih dari 53 ribu menjadi 850 orang.
"Kemudian untuk Aceh yang wafat 562 orang, yang hilang 29 orang, dan pengungsi yang semula 1,4 juta sekarang 12.144 yang ada di tenda," jelasnya.
Tito juga melaporkan ada 29 desa yang hilang karena tertimbun longsor dan terbawa arus banjir. Dia menyampaikan bahwa perlu ada kepastian administratif apakah perlu dibangun ulang atau dihapus dari data administrasi pemerintah.
"Jadi ada desa yang hilang 29 karena terbawa longsor atau terkena banjir," katanya.
Dia menyebut di Aceh sebanyak 21 desa hilang yang berlokasi di Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Lalu di Sumatra Utara, terdapat 8 desa yang hilang khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Kemudian di Sumatra Barat, tidak ada desa yang hilang.
"Di Sumatra Barat, alhamdulillah tidak ada yang hilang dan ini perlu penyelesaian relokasi dan juga administrasi desa nantinya. Karena desa yang hilang itu nanti apa kita akan bangun kembali atau dihilangkan dalam administrasi pemerintahan," jelasnya