Bisnis.com, JAKARTA — Paparan mikroplastik di dalam rumah kini menjadi perhatian para peneliti karena partikel berukuran sangat kecil ini dapat terhirup tanpa disadari dalam aktivitas sehari-hari yang sumber utamanya berasal dari material plastik di sekitar rumah, terutama pakaian sintetis, furnitur, dan debu yang menumpuk di dalam ruangan.
Setiap kali pakaian berbahan sintetis digunakan, dicuci, atau dikeringkan, serat mikroplastik dapat terlepas ke udara dan bercampur dengan debu rumah. Partikel ini kemudian melayang di udara dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan saat seseorang beraktivitas di dalam rumah.
Peneliti kesehatan lingkungan Universitas Emory, Dana Barr, mengatakan mikroplastik sudah tersebar luas di lingkungan sehingga hampir tidak bisa dihindari. Namun, dia menegaskan paparan tersebut tetap dapat dikurangi melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
“Mikroplastik ada di mana-mana, dan tidak ada cara untuk benar-benar menghindarinya, tetapi ada cara yang bisa secara signifikan mengurangi paparan Anda seiring waktu, dan itu sebagian besar melalui perubahan perilaku,” ujarnya dikutip dalam BBC, Senin (13/4/2026).
Sejumlah penelitian menunjukkan konsentrasi mikroplastik di dalam ruangan justru lebih tinggi dibandingkan di luar ruangan. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyaknya penggunaan material berbasis plastik dalam kehidupan sehari-hari di rumah serta minimnya pertukaran udara di ruang tertutup.
Debu rumah menjadi salah satu tempat utama berkumpulnya partikel mikroplastik sebelum kembali terangkat ke udara. Aktivitas seperti berjalan, membersihkan rumah, hingga penggunaan furnitur dapat membuat partikel tersebut kembali beterbangan dan tanpa sadar terhirup.
Penelitian yang dilakukan biogeochemist dari French National Center for Scientific Research juga menemukan adanya mikroplastik berukuran sangat kecil di udara dalam ruangan. Studi yang dilakukan di beberapa apartemen di Toulouse, Prancis, serta di dalam mobil menunjukkan rata-rata lebih dari 500 partikel per meter kubik udara di dalam ruangan dan lebih dari 2.200 partikel di dalam kabin mobil.
Peneliti juga mencatat bahwa paparan bisa lebih tinggi pada kelompok rentan seperti bayi yang berada dekat lantai. Dalam kondisi tertentu, bayi dapat menghirup sekitar 19.000 hingga 75.000 partikel per hari, sementara orang dewasa berkisar 28.000 hingga 108.000 partikel per hari, meski angka ini masih memiliki keterbatasan pengukuran.
Temuan ini menunjukkan bahwa bayi juga bisa lebih banyak terpapar mikroplastik dibanding orang dewasa karena posisinya yang lebih dekat dengan lantai. Karena itu, penting untuk mulai mengurangi paparan mikroplastik di rumah dalam aktivitas sehari-hari.
Mengutip dari Healthline, berikut langkah sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari untuk mengurangi paparan mikroplastik:
- Mengurangi penggunaan pakaian berbahan sintetis dan menggantinya dengan bahan alami seperti katun atau wol
- Menggunakan filter pada mesin cuci untuk menahan serat mikroplastik agar tidak terbuang ke lingkungan
- Membersihkan debu dengan kain basah sebelum menyapu atau menyedot debu agar partikel tidak kembali beterbangan
- Menggunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA untuk menangkap partikel berukuran sangat kecil
- Menjaga sirkulasi udara dengan membuka jendela atau menggunakan alat penyaring udara (air purifier)