Bisnis.com,MALANG — Wisatawan Nusantara Asal Kota Malang mencapai 1 juta kunjungan, naik 21,78% dibandingkan Februari 2026 bersamaan momen Idulfitri.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, mengatakan jumlah wisatawan Nusantara tujuan Kota Malang mencapai 864.000 kunjungan, turun 7,06% dibandingkan bulan Februari 2026.
“Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) Kota Malang pada Maret 2026 sebesar 35,22%, naik sebesar 0,08 poin dibandingkan Februari 2026,” katanya dikutip Selasa (5/5/2026).
TPK Hotel Bintang Maret 2026 sebesar 42,79%, turun sebesar 1,32 poin dibandingkan Februari 2026.TPK Hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Maret 2026 sebesar 27,70%, naik sebesar 1,46 poin dibandingkan Februari 2026.
Beberapa peristiwa pada Maret, yakni Hari Raya Nyepi, Hari Raya Idulfitri 1447 H, dan Kejurcab Malang Orado Cup 2026.
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai momen liburan Idulfitri mendongkrak kunjungan wisata namun kurang berdampak signifikan bagi peningkatan hunian kamar.
Menurutnya, hal ini mengindikasikan trend one day trip atau day-tripper semakin diminati karena menyesuaikan budget.
Fakta ini juga didiukung dengan peningkatan hunian kamar hoten nonbintang. Hal ini tidak hanya terjadi di Kota Malang, namun fenomena ini juga terjadi di wilayah lain seperti di jogja dan daerah tujuan wisata lainnya, dimana kunjungn wisatawan tinggi namun tidak berbading lurus dengan peningkatan okupansi. Kemudahan akses, khusunya jalan tol di Jawa menjadi pendukung fenomena day-tripper ini. Hal ini tentu menajdi PR bersama bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan stakeholdernya lainnya untuk bersinergi membuat wisatawan stay lebih lama.
“Beragamnya destinasi wisata yang terus bermunculan, khususnya kuliner yang memadukan vibes alam menjadi salah satu tren saat ini, sehingga pelaku jasa akomodasi perhotelan juga harus terus berinovasi untuk menangkap peluang tren pasar,” ucapnya.