Bisnis.com, JAKARTA— Amazon Web Services (AWS), unit komputasi awan milik Amazon, melaporkan terjadinya gangguan listrik di salah satu pusat datanya di Uni Emirat Arab (UEA) setelah fasilitas tersebut terkena hantaman benda tak dikenal yang memicu percikan api dan kebakaran. Kondisi serupa berisiko berdampak perusahaan teknologi global di kawasan yang menggunakan layanan Amazon.
Melansir laman NewsBytes pada (2/3/2026) Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik regional, menyusul serangan balasan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk UEA, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran.
Dalam pernyataan resminya, AWS menyebut insiden terjadi sekitar pukul 04.30 waktu Pasifik.
“Sekitar pukul 04.30 PST, salah satu Availability Zone kami (mec1-az2) terdampak oleh benda yang menghantam pusat data, sehingga menimbulkan percikan api dan kebakaran,” tulus AWS dalam pernyataannya.
Availability Zone merupakan satu atau lebih pusat data fisik yang saling terhubung dan beroperasi secara terpisah di dalam satu wilayah AWS. Zona-zona ini dirancang agar terisolasi satu sama lain guna menjaga keandalan layanan.
AWS menjelaskan otoritas pemadam kebakaran setempat memutus aliran listrik ke fasilitas tersebut, termasuk ke generator cadangan, untuk memudahkan proses pemadaman api.
Akibatnya, konektivitas di zona yang terdampak diperkirakan baru dapat dipulihkan dalam beberapa jam. Sementara itu, zona AWS lainnya di wilayah UEA dilaporkan tetap beroperasi secara normal.
Perusahaan tidak mengonfirmasi maupun membantah apakah insiden tersebut berkaitan langsung dengan serangan Iran ke wilayah UEA dan negara-negara lain di kawasan.
Serangan balasan Iran dilaporkan menyasar berbagai infrastruktur di kawasan Teluk, termasuk bandara, pelabuhan, dan area permukiman di UEA serta negara-negara tetangga seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Di UEA, serangan tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi di Dubai dan Abu Dhabi. Sebuah resor mewah dilaporkan terbakar, sementara kawasan sekitar bandara Abu Dhabi menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah.
Sementara itu melansir laman Asianet Newsable, gangguan pada data center AWS ini menjadi yang pertama dilaporkan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.
Para pelaku pasar dan pelaku industri teknologi kini mencermati kemungkinan gangguan serupa pada data center perusahaan teknologi global lainnya, mengingat fasilitas-fasilitas tersebut menopang sebagian besar layanan internet dan digital dunia.
AWS menyatakan masih menunggu izin dari otoritas setempat untuk menyalakan kembali pasokan listrik ke fasilitas yang terdampak setelah proses pemadaman api dinyatakan aman.