Bisnis.com, JAKARTA — Proses transformasi dan penyederhanaan struktur korporasi negara terus dipacu Danantara Indonesia guna mengurangi tumpang tindih bisnis, sekaligus memastikan efisiensi dalam pengelolaan aset.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah berhasil ditata.
Penataan tersebut, lanjutnya, dieksekusi melalui berbagai skema strategis yang disesuaikan dengan kondisi dan arah bisnis masing-masing entitas.
“Penataan dilakukan mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran,” ujar Dony dalam rapat evaluasi bersama PT Danantara Asset Management di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Rapat koordinasi digelar sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan percepatan transformasi dan penataan BUMN agar bergerak lebih efektif, efisien, serta fokus pada lini bisnis inti.
Dony menyatakan bahwa akselerasi transformasi ini wajib bersandar pada penataan fundamental yang terukur, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.
Menurutnya, proses streamlining atau perampingan harus menjamin setiap perusahaan memiliki tata kelola yang kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kas negara dan masyarakat luas.
Sejalan dengan cetak biru penataan tersebut, Dony menyampaikan bahwa fokus pembahasan dalam pertemuan kali ini mencakup percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang dinilai belum optimal.
Adapun restrukturisasi juga akan berdampak luas pada sejumlah emiten kakap, salah satunya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).
Danantara berencana memangkas 66 anak perusahaan di bawah grup Telkom hingga menyisakan belasan entitas yang berfokus pada empat pilar bisnis utama yakni telekomunikasi, serat optik (InfraCo), menara (Mitratel), serta pusat data.
Dalam kesempatan sebelumnya, Dony menuturkan integrasi struktur organisasi akan dilakukan secara vertikal untuk mengeliminasi pemborosan operasional.
“Nah nantinya akan semua dari bawah akan tergabung ke atas. Nah ini akan memotong banyak daripada inefficiency yang terjadi selama ini,” tuturnya.
Kebijakan serupa turut menyasar sektor industri semen dan pupuk. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dijadwalkan akan menutup 17 perusahaan di bawah naungannya sebagai bagian dari pembenahan tata kelola.
Sementara itu, di sektor pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) akan melikuidasi hingga 47 anak perusahaan. Dony menyebutkan bahwa langkah tersebut akan menyisakan hanya beberapa entitas produksi inti.