Bisnis.com, JAKARTA — Bulan, satu-satunya satelit alami Bumi. Selama miliaran tahun, bulan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan di planet bumi.
Para ilmuwan memastikan satu fakta kosmik yang jarang disadari, Bulan perlahan bergerak menjauhi Bumi. Pergerakan ini tidak kasatmata dan tidak berdampak langsung dalam kehidupan manusia saat ini.
Meski demikian, dalam skala waktu geologis hingga miliaran tahun, perubahan tersebut membawa konsekuensi besar bagi sistem Bumi dan Bulan.
Dikutip dari The News Space Economy, Senin (15/12/2025), penyebab utama Bulan menjauh adalah interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan, khususnya melalui fenomena pasang surut laut.
Gravitasi Bulan menarik massa air di Bumi dan membentuk tonjolan pasang. Karena Bumi berotasi lebih cepat daripada Bulan mengorbit, tonjolan pasang tersebut sedikit tertinggal di depan posisi Bulan. Ketidaksejajaran ini menciptakan gaya dorong kecil yang secara perlahan memindahkan energi dari rotasi Bumi ke orbit Bulan.
Akibat dari Bulan Menjauhi Bumi:
* Bulan mendapatkan momentum orbit dan bergerak menjauh
* Rotasi Bumi melambat
Fenomena ini merupakan contoh nyata hukum kekekalan momentum sudut dalam sistem tata surya.
Berdasarkan pengukuran ilmiah menggunakan lunar laser ranging, teknik memantulkan sinar laser ke reflektor yang ditinggalkan astronot Apollo, Bulan menjauh dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun, atau sekitar 1,5 inci per tahun.
Dilansir dari VICE, angka ini memang terdengar kecil,namun dalam jutaan hingga miliaran tahun pergeseran tersebut menjadi signifikan.
Saat ini, jarak rata-rata Bulan dari Bumi sekitar 384.400 kilometer. Orbit Bulan tidak sepenuhnya bulat, sehingga jaraknya dapat berubah hingga sekitar 19.000 kilometer setiap bulan, yang menjelaskan fenomena supermoon saat Bulan tampak lebih besar dan terang.
Dampaknya bagi Bumi
1. Hari di Bumi Semakin Panjang
Melambatnya rotasi Bumi menyebabkan panjang hari bertambah sekitar 1,7 milidetik per abad. Bukti geologis menunjukkan bahwa sekitar 400 juta tahun lalu, satu hari di Bumi hanya berlangsung sekitar 22 jam.
2. Perubahan Pola Pasang Surut
Semakin jauhnya Bulan melemahkan gaya gravitasi yang memicu pasang surut laut. Dalam jangka panjang, ini dapat memengaruhi:
* Ekosistem pesisir
* Keanekaragaman hayati laut
* Proses alami yang bergantung pada pasang surut
3. Stabilitas Iklim
Bulan berperan besar dalam menstabilkan kemiringan sumbu Bumi, yang menjaga iklim relatif konsisten. Tanpa stabilitas ini, perubahan musim bisa menjadi ekstrem dan tidak terprediksi. Meski efek ini belum terasa saat ini, pergerakan Bulan dalam jutaan tahun ke depan berpotensi mengurangi efek stabilisasi tersebut.