Bisnis.com, JAKARTA — Penerbangan Citilink rute domestik resmi pindah dari Terminal 1B ke Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno–Hatta mulai 12 November 2025.
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro menjelaskan proses pemindahan ini telah dilakukan secara bertahap pada sebagian rute domestik Citilink sejak Agustus 2025 untuk memastikan kelancaran operasional tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan.
Kini, lanjutnya, seluruh penerbangan domestik Citilink dengan rute dari dan menuju Jakarta akan resmi beroperasi di Terminal 1C, sedangkan untuk penerbangan internasional Citilink tetap beroperasi di Terminal 2F.
“Pemindahan seluruh operasional penerbangan domestik Citilink ke Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta merupakan langkah strategis Perusahaan dalam melakukan peningkatan operasional sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan," katanya dalam siaran pers, Rabu (5/11/2025)
Citilink memastikan bahwa seluruh jadwal penerbangan tidak mengalami perubahan seiring dengan pemindahan terminal ini.
Kendati demikian, Citilink mengimbau seluruh penumpang untuk tiba lebih awal di bandara serta memastikan informasi terkait jadwal dan terminal keberangkatan sebelum melakukan perjalanan.
Belum lama ini, Citilink resmi menjadi anggota International Air Transport Association (IATA).
Sebagai bagian dari proses keanggotaan, Citilink juga telah berhasil memperoleh registrasi IOSA (IATA Operational Safety Audit), sebuah standar audit keselamatan operasional yang diakui secara global.
IOSA merupakan standar audit yang dirancang untuk menilai sistem manajemen dan prosedur operasional maskapai, sehingga memastikan pemenuhan aspek keselamatan sesuai standar tertinggi.
Dengan status ini, Citilink berada pada level yang setara dengan maskapai internasional lainnya dalam hal penerapan standar keselamatan.
Sebagai anggota IATA, Citilink akan memperoleh akses ke berbagai program, standar keselamatan, dan jaringan global yang memungkinkan kolaborasi lebih luas dengan sesama maskapai.
Selain itu, keanggotaan ini juga membuka peluang untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan pengalaman penumpang, serta berkontribusi dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan jaringan penerbangan internasional Indonesia.