Bisnis.com, SINGAPURA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ingin memperkuat posisinya sebagai pemain energi dan petrokimia regional dengan menyiapkan dana investasi US$1 miliar atau setara dengan Rp16,6 triliun, serta mengakuisisi sejumlah aset di Singapura.
Terbaru, Chandra Asri Group mengakuisisi jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura. Akuisisi ini dilakukan melalui anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Chandra Asri Group.
Chief Financial Officer (CFO) Chandra Asri, Andre Khor, menekankan bahwa langkah ini lebih dari sekadar ekspansi. “Akuisisi bersejarah ini lebih dari sekadar ekspansi—ini adalah transformasi bagi kami,” ujar Andre Khor, dalam Asian Downstream Summit di sela Singapore International Energy Week (SIEW) 2025, Rabu (29/10/2025).
April lalu, Chandra Asri Group dan Glencore mengumumkan keberhasilan penyelesaian akuisisi kepentingan Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. SECP kini dikenal sebagai Aster Energy and Chemicals Park.
Menurutnya, akuisisi ini dibarengi dengan komitmen investasi senilai US$1 miliar untuk peremajaan dan transformasi Asper, yang diyakini akan menjadi platform pertumbuhan berkelanjutan di Singapura, Indonesia, dan kawasan Asia Tenggara.
Andre mengatakan strategi akuisisi merupakan respons terhadap lanskap energi global yang berubah cepat. Meski dunia bergerak menuju elektrifikasi, Chandra Asri memproyeksikan peran krusial minyak dan gas dalam pemenuhan energi, khususnya di negara berkembang Asia.
“Pada 2050, dalam setiap skenario apa pun, migas masih diproyeksikan mewakili 40 hingga 50% dari bauran energi dunia, menggarisbawahi daya tahannya,” tegas Khor.
Kendati demikian, dalam jangka pendek, Andre mengakui ada tekanan untuk meningkatkan margin bisnis kilang dan petrokimia. Namun, Khor menyoroti prospek jangka menengah yang lebih cerah, dengan proyeksi pemulihan margin pada 2027-2028 yang didorong oleh pertumbuhan konsumsi domestik dan urbanisasi.
“Pesan utama di sini adalah ketahanan melalui transformasi. Sementara lingkungan saat ini menghadirkan tantangan, fundamental jangka panjang untuk industri pemurnian dan hilir tetap kuat,” ujarnya.
Andre menjelaskan, komitmen investasi Chandra Asri Group senilai US$1 miliar akan mengarah pada upaya memperkuat inti bisnis dengan mempercepat transisi bisnis rendah karbon, dan mempertahankan keunggulan di bisnis petrokimia.
Selain itu, mengintegrasikan sistem turbin gas sebesar 50 megawatt serta proyek peremajaan Single Buoy Mooring yang mengarah pada peningkatan efisiensi logistik.