Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha PANI, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan lonjakan laba bersih menjadi Rp1,31 triliun sepanjang Januari-September 2025.
Laba yang diatribusikan kepada pemik entitas induk CBDK itu melonjak 88,55% year-on-year (YoY) dari laba bersih Rp695,58 miliar per 9 bulan 2024.
Lonjakan laba bersih CBDK ditopang oleh pendapatan neto yang tumbuh signifikan. Pendapatan bersih anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) atau PIK 2 itu mencapai Rp2,29 triliun sepanjang 9 bulan 2025. Realisasi tersebut lebih tinggi 44,98% YoY dari Rp1,58 triliun per kuartal III/2024.
Di sisi operasional, CBDK mencatat prapenjualan sebesar Rp321 miliar hingga 9 bulan 2025. Marketing sales itu setara dengan 63% dari target yang telah disesuaikan sebesar Rp508 miliar dari target awal Rp2,03 triliun sepanjang tahun ini.
Manajemen CBDK menjelaskan penurunan target marketing sales itu merupakan langkah strategis dan terukur untuk merespons dinamika makroekonomi, dimana salah satu indikasi yang cenderung menjadi patokan ekonomi adalah pelemahan rupiah terhadap dolar AS sebesar 5,21% YoY dan penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen dari 123,5 menjadi 115.
Dalam kondisi pasar yang lebih selektif ini, CBDK melihat perilaku konsumen yang berhati-hati dalam memutuskan komitmen pengeluaran termasuk membeli properti dan berinvestasi menjadi sinyal penting bagi CBDK untuk menyesuaikan strategi, memfokuskan diri pada segmen yang paling relevan, dan tetap menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan berbasis fundamental bisnis yang kuat.
Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo mengungkapkan bahwa langkah penyesuaian target pada 2025 ini diambil dengan penuh kehati-hatian dan didasari evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar dan arah ekonomi nasional.
“Kami melihat dinamika pasar saat ini sebagai bagian dari proses menuju keseimbangan baru. Penyesuaian target bukan langkah defensif, melainkan strategi realistis untuk memastikan pertumbuhan CBDK tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Steven dalam keterangan resmi, Jumat (31/10/2025).
Dia menjelaskan bahwa meskipun target prapenjualan telah disesuaikan, CBDK akan terus mendorong pertumbuhan melalui pengembangan proyek-proyek unggulan, baik di segmen residensial maupun produk komersial, untuk memperkuat nilai jangka panjang kawasan PIK 2.
”Dengan target prapenjualan 2025 yang telah disesuaikan menjadi Rp508 miliar, kami tetap berfokus pada pengembangan proyek-proyek unggulan," paparnya.
Di segmen residensial, CBDK fokus pada Rumah Milenial dan Permata Hijau Residences. Untuk proyek komersial strategis, CBDK menggarap Rukan Petak 9, Bizpark PIK 2, dan SOHO The Bund. Steven mengatakan proyek-proyek tersebut menjadi fondasi utama pertumbuhan perseroan.
"Kami optimis, melalui langkah-langkah strategis dan adaptif yang kami ambil, CBDK akan terus memainkan peran penting dalam perkembangan PIK2 dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Meski terdapat penurunan dibanding periode sebelumnya, CBDK memandang kondisi ini sebagai konsolidasi alami untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Peluncuran infrastruktur baru seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan Jalan Tol Kataraja sejak September 2025 diperkirakan akan meningkatkan arus kunjungan serta aktivitas ekonomi di kawasan PIK2, membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas untuk kuartal berikutnya.