Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta anak buahnya untuk mengurangi arus uang keluar ke Arab Saudi saat masa haji, karena sebagian besar dari perputaran uang ibadah haji masyarakat Indonesia setiap tahunnya hanya keluar dari Tanah Air.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak usai bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Atas keinginan Presiden Prabowo itu, Dahnil meminta bantuan Airlangga untuk membentuk ekosistem ekonomi haji. Dia menyampaikan bahwa Presiden ingin agar cashflow terkait dengan haji lebih banyak masuk ke Indonesia dibandingkan keluar.
Ekosistem ekonomi haji yang diinginkan Prabowo, terang Dahnil, mencakup sektor perdagangan, pariwisata termasuk juga Kampung Haji yang juga akan dibangun Danantara.
"Perputaran di perhajian itu setiap tahunnya Rp40 triliunan. Jumlahnya itu 80% itu cash outflow. Nah, itulah perintah presiden harus dikurangi cash outflow-nya," terangnya kepada wartawan usai bertemu Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurut Dahnil, Airlangga mengusulkan beberapa cara salah satunya yakni memaksimalkan penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Arab Saudi. Tujuannya, agar uang yang dikeluarkan jamaah haji di sana digunakan dengan rupiah.
Prabowo disebut menginginkan agar perputaran uang jamaah haji seimbang antara uang masuk dan keluar.
"Jadi yang cash outflow itu 50%, cash inflow-nya bisa 50%," lanjut politisi Partai Gerindra itu.
Tidak hanya itu, pemerintah berencana untuk memaksimalkan sektor pariwisata dengan menambah jumlah turis dari Timur Tengah ke Indonesia. Dahnil menyebut selama ini jumlah wisatawan Timur Tengah ke Indonesia sekitar 33.000 orang per tahun.
Pemerintah menginginkan agar jumlah tersebut bertambah. Caranya dengan memaksimalkan peran penyedia jasa perjalanan (travel) umroh dan haji. Mereka diharapkan juga menyiapkan jasa perjalanan dari Timur Tengah ke Indonesia.
"Bayangkan loh kita yang berangkat dari sini ke Saudi itu 3 juta [orang], masa yang dari Saudi ke sini itu hanya 33.000. Nah itu yang kami sepakati tadi bersama Pak Airlangga," ujarnya.
Selain itu, ekosistem ekonomi haji itu juga mencakup pusat logistik berupa kawasan berikat bagi eksportir ke Arab Saudi.
"Jadi, logistik-logistik komoditas-komoditas kita yang mau kita ekspor ke Saudi itu dimasukkan dulu ke pusat logistik berikat," tuturnya.
Nantinya, Kemenko Perekonomian yang dipimpin Airlangga akan menyiapkan kelompok kerja (pokja) khusus untuk menyiapkan ekosistem ekonomi haji. Kementerian/lembaga yang kemungkinan diikutsertakan seperti Kementerian Pariwisata serta Kementerian Perdagangan.
"Kami sudah minta ke Pak Menko Pangan, Pak Zulkifli Hasan, untuk melakukan di sektor pangan. Nah, Pak Airlangga kan sebagai Menko Perekonomian bisa lebih luas, lebih di lintas sektoral. Kami berharap beliau melakukan itu," pungkasnya.