Bisnis.com, JAKARTA – Emiten telekomunikasi pelat merah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menghabiskan belanja modal Rp15,4 triliun sepanjang Januari-September 2025.
Belanja modal (capital expenditure/capex) Telkom itu setara dengan 14,1% dari total pendapatan 9 bulan 2025 yang mencapai Rp109,61 triliun.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi capex TLKM sebesar Rp15,4 triliun itu lebih rendah secara nominal maupun persentase terhadap pendapatan Telkom.
Pada 9 bulan 2024, capex Telkom tercatat mencapai Rp17,5 triliun atau setara dengan 15,6% dari total pendapatan Telkom sebesar Rp112,22 triliun.
Sepanjang Januari-September 2025, Telkom menggunakan lebih dari 80% belanja modal untuk memperluas konektivitas digital, yang mencakup jaringan serat optik, menara, satelit, dan kabel bawah laut.
"Ekspansi tersebut yang memperkuat komitmen Telkom untuk menyediakan jangkauan nasional dan internet berkecepatan tinggi," tulis manajemen Telkom dalam info memo, dikutip Selasa (4/11/2025).
Selain itu, belanja modal juga digulirkan TLKM untuk mendukung platform digital, seperti data center dan cloud, serta pengembangan layanan digital.
"Dengan memprioritaskan infrastruktur dan inovasi yang tangguh, Telkom terus mendorong transformasi digital dan meningkatkan pengalaman pelanggan
di seluruh Indonesia."
Di sisi kinerja keuangan, TLKM mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih per September 2025.
Sepanjang Januari-September 2025, TLKM mengantongi pendapatan Rp109,61 triliun atau turun 2,31% year-on-year (YoY) dari pendapatan 9 bulan 2024 sebesar Rp112,22 triliun.
Pendapatan itu berasal dari segmen data, internet, dan IT service Rp64,8 triliun, IndiHome Rp19,73 triliun, interkoneksi Rp7,1 triliun, SMS, fixed, dan cellular voice Rp6,7 triliun, serta jaringan dan jasa telekomunikasi lainnya Rp11,27 triliun.
Adapun, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih Telkom turun 10,69% YoY dari Rp17,67 triliun menjadi Rp15,78 triliun sepanjang Januari-September 2025.