Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengungkap capaian investasi sektor ekonomi kreatif (Ekraf)mencapai Rp90,12 triliun pada kepemimpinan satu tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa realisasi investasi tersebut mencapai 66% dari total target investasi sektor ekonomi kreatif yang dibidik tembus Rp136 triliun sepanjang tahun ini.
"Semester pertama sudah tercapai 66% atau Rp90,12 triliun. Jadi kalau kita lihat memang pertumbuhannya, trennya sangat positif," kata Harsya saat ditemui di sela-sela agenda Friends of Creative Economy Meeting 2025 di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Selain itu, Harsya menjelaskan bahwa capaian ekspor sektor ekonomi kreatif mencapai US$12,89 miliar atau sekitar Rp213,76 triliun (asumsi kurs Rp16.584).
Posisi realisasi ekspor ekraf itu telah mencapai 49% dari target sebesar US$26,4 miliar atau sekitar Rp437,87 triliun. Harsya mengaku optimistis realisasi ekspor dapat mencapai target yang telah ditetapkan tersebut.
"Kemudian tenaga kerja, tahun ini ditargetkan 25,55 juta orang, tapi data BPS saat ini sudah tercapai 104% dari target 2025 mencapai 26,4 juta orang bekerja di industri kreatif," ujarnya.
Terakhir, hingga semester I/2025 sektor ekonomi kreatif dilaporkan telah menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 5,69%. Posisinya diklaim telah melampaui target di level 5,3% hingga 5,54%.
"Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia ini juga atas arahan Bapak Presiden yang merupakan hasil kolaborasi juga. Karena kami juga kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, Komdigi, Kementeria Pariwisata, kemudian juga Kementerian Luar Negeri seperti hari ini, Kementerian Perdagangan dan seterusnya," tambahnya.
Sebelumnya, untuk terus menggenjot kinerja tersebut, Kemenekraf meluncurkan kampanye Oktoberkreasi menyambut Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2025 pada 24 Oktober.
Kampanye kolaboratif ini menghadirkan berbagai aktivasi offline dan online, termasuk forum internasional, festival, hingga challenge media sosial, sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
“Hari Ekraf Nasional bukan sekadar perayaan seremonial satu hari yang menjadi formalitas, tetapi menjadi momen penting bagi para pegiat kreatif untuk bergerak bersama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata,” jelasnya.