Bisnis.com, JAKARTA – SentimenFramework AgreementAS–Indonesia dinilai menjadi motor utama penggerak IHSG pekan periode 22 Desember–24 Desember 2025. Sejumlah saham seperti ARCI, ASSA, hingga UNVR direkomendasikan analis pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,10% ke level 8.609,55 pada perdagangan Jumat (19/12/2025). Melemahnya IHSG sejalan dengan investor asing yang mencatatkannet sellsenilai Rp365 miliar di pasar reguler.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan, menilai pelemahan IHSG yang terjadi pada perdagangan terakhir, lebih disebabkan oleh sentimen global. Di AS, data tenaga kerja yang lesu dengan tingkat pengangguran meningkat ke level 4,6% menjadi salah satu sentimennya.
Selain itu, bank sentral Jepang juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada ke level 0,75%, sehingga tercatat sebagai suku bunga acuan tertinggi Jepang sejak 1995.
"Sementara itu dari domestik ada keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga di level 4.75% dengan dalih fokus menjaga kestabilan rupiah. Sentimen-sentimen tersebut membuat IHSG sedikit lesu," kata David dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Pada perdagangan pekan depan, David menyoroti ihwal perjanjian dagang AS–Indonesia yang terancam batal lantaran sikap Indonesia yang dinilaibacktrackingdalam perjanjian yang telah dibuat pada Juli 2025 lalu.
Sebelumnya, Financial Times mengabarkan bahwa perjanjian dagang antara AS dan Indonesia terancam batal lantaran Indonesia dinilai ingin merumuskan ulang perjanjian dagang antara kedua negara. Hal itu oleh Trump dinilai lebih banyak merugikan AS.
Meskipun begitu, David masih menilai peluang penguatan IHSG terbuka lebar di sisa 2025. Bahkan, peluang indeks mencapai level 9.000 masih terbuka di sisa lima hari perdagangan Bursa.
Sejumlah katalis yang dinilai mampu menyuntikkan tenaga pamungkas kepada IHSG antara lain belanja pemerintah dan kebijakan fiskal yang signifikan, pelonggaran moneter lanjutan, pemulihan kondisi global dan stabilitas makro, hingga peningkatan minat investor terhadap pasar Tanah Air.
Di tengah kondisi ini, David merekomendasikan sejumlah saham untuk diperdagangkan pada periode pekan 22–24 Desember 2025. Beberapa saham seperti ARCI, ASSA, hingga UNVR direkomendasikanbuyoleh IPOT.
Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) direkomendasikan dengan target harga Rp1.700 per saham danstop losspada area Rp1.440 per saham. Menurutnya, saham ini layak untuk dipertimbangkan lantaran harga emas dunia kembali mencetak rekor dan secara teknikal, ARCI masih bertahan di atas MA5.
Saham PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) direkomendasikan IPOT dengan target harga Rp1.280 per saham danstop losspada area Rp1.130. Saat ini, ASSA tengah terparkir di harga Rp1.180 dan dinilai menjadi momentum yang tepat untuk beli.
"Saham ASSAmenarik untuk ditradingkan pekan ini karena dalam jangka pendek konsisten uptrend pada Jumat pekan lalu rejection dari MA20-nya," katanya.
Terakhir, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) direkomendasikanbuy on breakoutdengan target harga Rp3.000 danstop losspada area Rp2.700. Menurutnya, UNVR tengah menampilkan kinerja yang mengindikasikanbreakoutsehingga dinilai layak dicermati pekan ini.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.