#30 tag 24jam
Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!
Para ulama menyebutkan 10 hari terakhir Ramadan merupakan fase ketiga yang dimaknai sebagai pembebasan dari api neraka (itqum minannar). Bahkan, Rasulullah SAW... | Halaman Lengkap [906] url asal
#ramadan #bulan-suci-penuh-keistimewaan #panduan-puasa-ramadan #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/03/26 05:15
v/159794/
Para ulama menyebutkan 10 hari terakhir Ramadanmerupakan fase ketiga yang dimaknai sebagai pembebasan dari api neraka (itqum minannar). Bahkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi perhatian khusus pada 10 hari terakhir Ramadan ini.Beliau sangat bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir Ramadanmelebihi kesungguhan beribadah di selain malam tersebut. Berikut 10 amalan terbaikpada 10 hari terakhir Ramadan . Berikut amalannya:
1. Menjalankan puasa Ramadan
Amalan wajib ini sudah pasti harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena ibadah puasa, betul-betul ibadah yang langsung ditujukan kepada Allah SWT. Allah-lah yang mengetahui niat dan kesungguhannya dalam menjalankan ibadah wajib ini.2. Menghidupkan salat malam (Qiyam Ramadan)
Amalan ini memiliki keutamaan besar sebagaimana diterangkan dalam Hadis berikut dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:Artinya: "Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari 37 dan Muslim 759).
Yang dimaksud Qiyam Ramadhan adalah salat Tarawih sebagaimana yang dituturkan Imam An-Nawawi. (Syarh Muslim, 3/101) Rasulullah SAW juga bersabda: "Jika seseorang melakukan salat (Tarawih dan Witir) bersama imam sampai selesai, niscaya dicatat baginya pahala sholat semalam suntuk." (HR Abu Dawud, shahih)
3. Iktikaf atau berdiam di masjid
Iktikaf artinya berdiam diri di masjid melaksanakan ibadah. Nabi memerintahkan umatnya Iktikaf pada 10 Hari terakhir ini untuk meraih Lailatul Qadar.Artinya: "Dari Aisyah RA ia berkata bahwasanya Nabi biasa beriktikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beriktikaf setelah beliau wafat." (HR Al-Bukhari)
Dari Anas mengatakan bahwa ia mendengar Nabi bersabda: "Siapa yang beriktikaf sehari karena mengharapkan keridhoan Allah, maka Allah akan menjadikan tiga parit yang menghalanginya dari neraka. Setiap parit lebarnya melebihi dua ufuk langit." (HR Thabrani dalam Ausath, Al-Baihaqi dan Hakim beliau mengatakan isnadnya shahih)
4. Tilawah Qur'an
Amalan berikutnya adalah memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur'an. Amalan ini memiliki fadhillah luar biasa karena Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan. Salah satu keutamaan membaca Qur'an di bulan Ramadan adalah dilipatgandakan pahalanya. Jika 1 huruf diganjar 10 kebaikan (rahmat) dari Allah, maka pada bulan Ramadhan, ganjarannya bisa mencapai 700 kali lipat.Dalam hadis Sahih disebutkan: "Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Qur'an." (HR Bukhari dan Muslim)
5. Istighfar dan taubat
Ramadan merupakan bulan pengampunan atas dosa-dosa. Salah satu amalan utama pada 10 hari terakhir ini adalah memperbanyak istighfar dan memperbaharui Taubat kepada Allah. Rasulullah meskipun manusia sempurna dan terpelihara dari dosa, Beliau selalu istighfar dan orang paling banyak memohon ampunan Allah.Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Demi Allah! Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain, Beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali." (HR Muslim)
6. Memperbanyak sedekah
Bagi yang mengharapkan pahala berlipat dan pembebasan dari api neraka, hendaknya memperbanyak sedekah pada 10 Hari terakhir ini. Rasulullah SAW orang yang sangat murah dengan sumbangan. Dan saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadan.Beliau bersabda: "Sedekah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadan." (HR. at-Tirmidzi)
Artinya: "Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut." (HR Ahmad)
7. Memperbanyak doa
Doa orang yang berpuasa di bulan Ramadan termasuk doa mustajab. Apabila memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak doa ini sebagaimana keterangan Hadis berikut: Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Baginda Nabi: "Wahai Rasulullah, seandainya aku bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, doa apa yang aku perlu baca?Rasulullah SAW berkata ucapkan:
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai kemaafan, maka maafkan aku." (HR at-Tirmidzi dan Ibu Majah)
8. Menunaikan ibadah Umrah
Amalan berikutnya adalah menunaikan ibadah Umrah ke Tanah Suci bagi yang mampu. Umrah di bulan Ramadan apalagi pada 10 hari terakhir ini memiliki keutamaan dan pahala besar.Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Jika Ramadan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadan senilai dengan haji." (Muttafaqun 'Alaihi)
Dalam lafazh Al-Bukhari disebutkan: "Sesungguhnya Umrah di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku." (HR Al-Bukhari 1863)
9. Bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar
Pada 10 hari terakhir ini umat Islam diberi keistimewaan satu malam mulia yang dikenal dengan Lailatul Qadar. Yaitu malam yang lebih baik dari ibadah 1000 bulan.Rasulullah bersabda:
Artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramazan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda: "Barang siapa berdiri (salat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
10. Menunaikan zakat fitrah
Amalan penting lainnya pada 10 hari terakhir Ramadan ini adalah menunaikan Zakat Fitrah. Dalam Islam ada dua jenis zakat yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Maal (harta). Untuk jenis yang kedua diwajibkan bagi orang yang hartanya mencapai nilai nisab.Terkait Zakat Fitrah ini, Rasulullah SAW mewajibkan Zakat Fitrah sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia dan ucapan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum salat 'Id maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah salat id maka hanya menjadi sedekah biasa." (HR. Abu Dawud, Hasan)
Demikian amalan penting 10 Hari terakhir Ramadan. Hendaknya umat muslim menyiapkan diri untuk mengamalkannya sebagaimana Rasulullah SAW bersungguh-sungguh pada hari-hari tersebut.
Khotbah Jumat Pertama Ramadan : 7 Kemudahan di Bulan Suci
Khotbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang kemudahan di bulan suci Ramadan. Hari ini kita memasuki hari kedua dan merupakan Jumat pertama di bulan Ramadan 1447... | Halaman Lengkap [1,411] url asal
#bulan-suci-penuh-keistimewaan #panduan-puasa-ramadan #bulan-suci-ramadan #khotbah-jumat #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 20/02/26 12:53
v/141951/
Khotbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang kemudahan di bulan suci Ramadan. Hari ini kita memasuki hari kedua dan merupakan Jumat pertama di bulan Ramadan 1447 Hijriyah.Materi khotbah Jumat "kemudahan Ramadan" ini disampaikan oleh Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Panggang Gunungkidul, Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal yang juga pengasuh Rumaysho. Berikut khutbahnya:
Khotbah I
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ َوكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ
Jamaah salat Jumat yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah Ta'ala!
Segala puji pada Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan pada-Nya meminta ampunan pada-Nya. Kami berlindung dari kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan oleh Allah, tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat tercurah pada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat-Nya serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Islam itu membawa kemudahan pada umatnya. Kemudahan ini dapat dibuktikan dalam syariat puasa yang kita jalankan, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut:
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Sebelumnya Allah Ta'ala berfirman tentang orang sakit dan musafir yang dapat keringanan saat puasa:
"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Sesungguhnya diberikan keringanan bagi kalian untuk tidak berpuasa ketika sakit dan saat bersafar. Namun puasa ini wajib bagi yang mukim dan sehat. Itu semua adalah kemudahan dan rahmat Allah bagi kalian." (Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, 2: 59).
Sekarang kita akan melihat tujuh kemudahan dalam syariat ibadah puasa dan amalan yang dilakukan di bulan Ramadan.
Kemudahan Pertama
Bagi orang sakit boleh ambil keringanan tidak berpuasa jika berat berpuasa. Allah Ta'ala berfirman:"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)
Kemudahan Kedua
Bagi musafir jika berat dalam safar boleh ambil keringanan tidak berpuasa. Kalau berpuasa itu berat saat safar, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk tidak berpuasa. Jabir radhiyallahu 'anhu mengatakan:"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan, "Siapa ini?" Orang-orang pun mengatakan, "Ini adalah orang yang sedang berpuasa." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Bukanlah suatu yang baik jika seseorang berpuasa ketika dia bersafar." (HR. Bukhari, No 1946 dan Muslim, No 1115)
Namun kalau safar tersebut penuh kemudahan misal perjalanan yang hanya sebentar dengan pesawat (misal Jogja- Jakarta, ditempuh hanya 1 jam perjalanan dengan pesawat), maka baiknya tetap berpuasa karena lebih cepat terlepas dari kewajiban. Dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
"Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di beberapa safarnya pada hari yang cukup terik. Sehingga ketika itu orang-orang meletakkan tangannya di kepalanya karena cuaca yang begitu panas. Di antara kami tidak ada yang berpuasa. Hanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saja dan Ibnu Rowahah yang berpuasa ketika itu." (HR Bukhari No 1945 dan Muslim No 1122)
Namun kalau kondisi sudah super berat saat safar yaitu bisa celaka bahkan binasa, malah jadi tercela ketika tetap berpuasa. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar pada tahun Fathul Makkah (8 H) menuju Makkah di bulan Ramadhan. Beliau ketika itu berpuasa. Kemudian ketika sampai di Kuroo' Al Ghomim (suatu lembah antara Mekkah dan Madinah), orang-orang ketika itu masih berpuasa. Kemudian beliau meminta diambilkan segelas air. Lalu beliau mengangkatnya dan orang-orang pun memperhatikan beliau. Lantas beliau pun meminum air tersebut. Setelah beliau melakukan hal tadi, ada yang mengatakan, "Sesungguhnya sebagian orang ada yang tetap berpuasa." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun mengatakan:
"Mereka itu adalah orang yang durhaka. Mereka itu adalah orang yang durhaka." (HR Muslim No 1114)
Kesimpulannya, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, "Yang lebih afdhal adalah yang paling mudah baginya saat safar. Jika dalam puasa terdapat bahaya, maka puasa dihukumi haram. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An-Nisa': 29).
Ayat ini menunjukkan bahwa jika ada bahaya, maka terlarang untuk melakukannya. (Syarh Al-Mumthi', 6: 328)
Kemudahan Ketiga
Bagi tiang sepuh (orang sudah tua renta) boleh tidak berpuasa dan diganti dengan fidyah. Allah Ta’ala berfirman:"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin." (QS. Al-Baqarah: 184)
Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, "Orang sakit yang tidak diharapkan lagi kesembuhannya, maka dia boleh tidak berpuasa dan diganti dengan memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan. Karena orang seperti ini disamakan dengan orang yang sudah tua." (Al-Mughni, 4: 396)
Kemudahan Keempat
Bagi wanita hamil dan menyusui kalau berat berpuasa, boleh tidak berpuasa dan puasanya tetap diqadha'. Qadha' ini tetap ada sebagaimana pendapat jumhur (kebanyakan ulama). Namun kalau berat karena utang puasa yang menumpuk -misal selama enam tahun punya tiga anak berturut-turut, ketika itu tentu sangat berat untuk diqadha', maka boleh diganti fidyah. Caranya, satu hari tidak puasa, mengeluarkan satu bungkus makanan.Kemudahan Kelima
Wanita haidh masih boleh beribadah di bulan Ramadhan seperti yang boleh dilakukan:1. Membaca Al-Qur'an asalkan tidak menyentuhnya langsung, bisa baca dari Al-Qur'an terjemahan atau menyentuh mushaf Al-Qur'an (yang murni bahasa Arab) dengan sarung tangan.
2. Membaca dzikir, sepakat ulama boleh.
3. Membaca doa juga boleh apalagi di bulan Ramadhan adalah waktu diijabahnya doa-doa.
4. Mencari malam Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
5. Masuk masjid untuk mengikuti pengajian, meskipun sedang haidh. Menurut pendapat terkuat, wanita haidh masih boleh masuk masjid.
Ini lima hal dahulu yang dijelaskan mengenai kemudaah saat kita berpuasa dan menjalani amalan di bulan Ramadhan.
Khotbah II
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah pada nabi termulia dari para nabi dan rasul, yaitu kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma Ba'du.
Ma'asyirol muslimin jama'ah salat Jumat rahimani wa rahimakumullah!
Kemudahan Keenam di bulan Ramadan:
Salat malam tidak dibatasi jumlah rakaat, boleh dengan rakaat sedikit maupun banyak. Dalilnya:"Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau lantas menjawab, "Salat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk Shubuh, maka tutuplah dengan satu rakaat, maka itu jadi rakaat ganjil jadi penutup yang sebelumnya." (HR Bukhari No 990 dan Muslim No 749).
Kalau seandainya jumlah rakaat shalat tarawih dibatasi 11 rakaat, pasti dalam jawaban Rasul shallallahu 'alaihi wasallam di atas akan diberikan batasan.
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, "Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah rakaat tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit rakaat. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan banyak." (At-Tamhid, 21: 70)
Kemudahan Ketujuh
Boleh melakukan i'tikaf sunnah di bulan Ramadan walau hanya sebentar, yang penting dilakukan di masjid. Allah Ta'ala menyebutkan tentang syari'at i'tikaf:"Sedang kamu beri'tikaf dalam masjid." (QS. Al Baqarah: 187).
Ibnu Hazm rahimahullah berkata, "Allah Ta'ala tidak mengkhususkan jangka waktu tertentu untuk beri’tikaf (dalam ayat ini). Dan Rabbmu tidaklah mungkin lupa." (Al-Muhalla, 5: 180).
Al-Mardawi rahimahullah mengatakan, "Waktu minimal dikatakan i'tikaf pada i'tikaf yang sunnah atau i'tikaf yang mutlak adalah selama disebut berdiam di masjid (walaupun hanya sesaat)." (Al-Inshof, 6: 17)
Sehingga jika ada yang bertanya, bolehkah beri'tikaf di akhir-akhir Ramadhan hanya pada malam hari saja karena pagi harinya mesti kerja? Jawabannya, boleh. Karena syarat i'tikaf hanya berdiam walau sekejap, terserah di malam atau di siang hari.
Intinya, syariat Isalam membawa kemudahan bagi orang yang menjalani puasa, ibadah serta amalan di bulan Ramadhan. Ada kemudahan yang diberikan pada orang sakit, musafir, tiang sepuh (orang sudah tua renta), kemudahan wanita haidh dalam ibadah, sampai pada kemudahan dalam shalat malam (shalat tarawih) dan i'tikaf walau hanya sebentar.
Sekarang tinggal kita, mau beramal ataukah tidak. Semoga Allah memudahkan kita beramal shalih di bulan Ramadan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Di akhir khutbah ini, kami ingatkan untuk bershalawat pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Siapa yang bershalawat pada beliau sekali, akan dibalas sepuluh kali.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Marilah kita berdoa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di Jumat penuh berkah ini.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Fase 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya
Para ulama menyebutkan 10 hari terakhir Ramadan merupakan fase ketiga yang dimaknai sebagai pembebasan dari api neraka (itqum minannar). Bahkan, Rasulullah SAW... | Halaman Lengkap [906] url asal
#ramadan #ramadan-2026 #panduan-puasa-ramadan #bulan-suci-ramadan #bulan-suci-penuh-keistimewaan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/02/26 12:30
v/136824/
Para ulama menyebutkan 10 hari terakhir Ramadanmerupakan fase ketiga yang dimaknai sebagai pembebasan dari api neraka (itqum minannar). Bahkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi perhatian khusus pada 10 hari terakhir Ramadan ini.Beliau sangat bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir Ramadanmelebihi kesungguhan beribadah di selain malam tersebut. Berikut 10 amalan terbaikpada 10 hari terakhir Ramadan . Berikut amalannya:
1. Menjalankan puasa Ramadan
Amalan wajib ini sudah pasti harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena ibadah puasa, betul-betul ibadah yang langsung ditujukan kepada Allah SWT. Allah-lah yang mengetahui niat dan kesungguhannya dalam menjalankan ibadah wajib ini.2. Menghidupkan salat malam (Qiyam Ramadan)
Amalan ini memiliki keutamaan besar sebagaimana diterangkan dalam Hadis berikut dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:Artinya: "Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari 37 dan Muslim 759).
Yang dimaksud Qiyam Ramadhan adalah salat Tarawih sebagaimana yang dituturkan Imam An-Nawawi. (Syarh Muslim, 3/101) Rasulullah SAW juga bersabda: "Jika seseorang melakukan salat (Tarawih dan Witir) bersama imam sampai selesai, niscaya dicatat baginya pahala sholat semalam suntuk." (HR Abu Dawud, shahih)
3. Iktikaf atau berdiam di masjid
Iktikaf artinya berdiam diri di masjid melaksanakan ibadah. Nabi memerintahkan umatnya Iktikaf pada 10 Hari terakhir ini untuk meraih Lailatul Qadar.Artinya: "Dari Aisyah RA ia berkata bahwasanya Nabi biasa beriktikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beriktikaf setelah beliau wafat." (HR Al-Bukhari)
Dari Anas mengatakan bahwa ia mendengar Nabi bersabda: "Siapa yang beriktikaf sehari karena mengharapkan keridhoan Allah, maka Allah akan menjadikan tiga parit yang menghalanginya dari neraka. Setiap parit lebarnya melebihi dua ufuk langit." (HR Thabrani dalam Ausath, Al-Baihaqi dan Hakim beliau mengatakan isnadnya shahih)
4. Tilawah Qur'an
Amalan berikutnya adalah memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur'an. Amalan ini memiliki fadhillah luar biasa karena Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan. Salah satu keutamaan membaca Qur'an di bulan Ramadan adalah dilipatgandakan pahalanya. Jika 1 huruf diganjar 10 kebaikan (rahmat) dari Allah, maka pada bulan Ramadhan, ganjarannya bisa mencapai 700 kali lipat.Dalam hadis Sahih disebutkan: "Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Qur'an." (HR Bukhari dan Muslim)
5. Istighfar dan taubat
Ramadan merupakan bulan pengampunan atas dosa-dosa. Salah satu amalan utama pada 10 hari terakhir ini adalah memperbanyak istighfar dan memperbaharui Taubat kepada Allah. Rasulullah meskipun manusia sempurna dan terpelihara dari dosa, Beliau selalu istighfar dan orang paling banyak memohon ampunan Allah.Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Demi Allah! Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain, Beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali." (HR Muslim)
6. Memperbanyak sedekah
Bagi yang mengharapkan pahala berlipat dan pembebasan dari api neraka, hendaknya memperbanyak sedekah pada 10 Hari terakhir ini. Rasulullah SAW orang yang sangat murah dengan sumbangan. Dan saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadan.Beliau bersabda: "Sedekah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadan." (HR. at-Tirmidzi)
Artinya: "Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut." (HR Ahmad)
7. Memperbanyak doa
Doa orang yang berpuasa di bulan Ramadan termasuk doa mustajab. Apabila memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak doa ini sebagaimana keterangan Hadis berikut: Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Baginda Nabi: "Wahai Rasulullah, seandainya aku bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, doa apa yang aku perlu baca?Rasulullah SAW berkata ucapkan:
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai kemaafan, maka maafkan aku." (HR at-Tirmidzi dan Ibu Majah)
8. Menunaikan ibadah Umrah
Amalan berikutnya adalah menunaikan ibadah Umrah ke Tanah Suci bagi yang mampu. Umrah di bulan Ramadan apalagi pada 10 hari terakhir ini memiliki keutamaan dan pahala besar.Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Jika Ramadan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadan senilai dengan haji." (Muttafaqun 'Alaihi)
Dalam lafazh Al-Bukhari disebutkan: "Sesungguhnya Umrah di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku." (HR Al-Bukhari 1863)
9. Bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar
Pada 10 hari terakhir ini umat Islam diberi keistimewaan satu malam mulia yang dikenal dengan Lailatul Qadar. Yaitu malam yang lebih baik dari ibadah 1000 bulan.Rasulullah bersabda:
Artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramazan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda: "Barang siapa berdiri (salat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
10. Menunaikan zakat fitrah
Amalan penting lainnya pada 10 hari terakhir Ramadan ini adalah menunaikan Zakat Fitrah. Dalam Islam ada dua jenis zakat yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Maal (harta). Untuk jenis yang kedua diwajibkan bagi orang yang hartanya mencapai nilai nisab.Terkait Zakat Fitrah ini, Rasulullah SAW mewajibkan Zakat Fitrah sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia dan ucapan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum salat 'Id maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah salat id maka hanya menjadi sedekah biasa." (HR. Abu Dawud, Hasan)
Demikian amalan penting 10 Hari terakhir Ramadan. Hendaknya umat muslim menyiapkan diri untuk mengamalkannya sebagaimana Rasulullah SAW bersungguh-sungguh pada hari-hari tersebut.
7 Bekal Menyambut Bulan Ramadan Beserta Dalil-dalilnya
Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah segera datang. Kaum Muslim sepatutnya sudah melaksanakan persiapan menyambut bulan penuh berkah dan ampunan. Bulan suci Ramadan... | Halaman Lengkap [772] url asal
#ramadan #bulan-suci-penuh-keistimewaan #puasa-ramadan #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/02/26 05:15
v/126149/
Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah segera datang. Kaum Muslim sepatutnya sudah melaksanakan persiapan menyambut bulan penuh berkah dan ampunan."Bagi umat Islam, Bulan Ramadan adalah bulan rahmat dan syafa'at, bulan dilipatgandakannya amal," kata Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq, pengasuh Ma'had Subuluna Bontang ini dalam salah satu kajiannya.
Ia pun kemudian menyampaikan 7 hal yang harus dipersiapkan kaum muslim sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Ketika menyambut tamu mulia, maka kita pun patut berbenah menyiapkan diri untuk menyambutnya.
7 Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan :
1. Memperbanyak Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadan
Mu'la bin Al-Fadhl berkata:Artinya: "Para ulama klasik terdahulu mereka berdoa kepada Allah Ta'ala selama enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya selama enam bulan berikutnya agar Dia menerima amal-amal shaleh yang mereka kerjakan." [Lathaif al Ma'aarif Hal 174]
Dari Abu 'Amr Auzai ia berkata, adalah Yahya bin Abi Katsir berdoa menjelang bulan Ramadan dengan mengatakan:
Artinya: "Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan." [Hilyatul Auliya' (1/420)]
Ada pula redaksi doa yang sering digunakan :
Artinya: "Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan." [Hadits dha'if riwayat al-Baihaqi dan at-Thabrani]
2. Membayar Utang Puasa
Sebelum memasuki bulan Ramadan, umat muslim wajib menunaikan utang puasa yang belum dikerjakannya. Hal ini sejelan dengan hadis berikut:Artinya: "Dan utang terhadap Allah lebih berhak untuk ditunaikan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Syaikh Tarmusi berkata, "Jika seseorang mengakhirkan mengqadha puasa hingga tibanya Ramadan tanpa adanya udzur, maka ia jatuh kepada dosa." [Tarmusi (4/209)]
3. Memperbanyak Puasa Sunnah
Disebutkan dalam sebuah hadits riwayat ummul mukminin Aisyah beliau berkata, "Aku belum pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa sebulan penuh melainkan pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat Rasulullah ﷺ paling banyak berpuasa dalam sebulan melainkan pada bulan Sya'ban." (HR Al-Bukhari dan Muslim)Dengan memperbanyak puasa dan membiasakan ibadah di bulan Sya'ban, akan menjadikan kita memiliki persiapan dan pembiasaan diri dengan amal-amal Ramadan.
4. Menyiapkan Dana untuk Bersedekah di Bulan Ramadan
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata:Artinya: "Nabi ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dan kedermawanan Rasulullah ﷺ tersebut tentu sulit untuk kita contoh jika tidak memiliki bekal maliyah yang memadai.
5. Kesiapan Jasmani dan Ruhani
Kesiapan di sini tentu tidak hanya berkaitan dengan jasmani yang sehat, namun adanya pembiasaan aktivitas agar tidak kaget dengan program Ramadan. Di mana siang harinya kita berpuasa dan malam harinya diisi dengan qiyam dan tilawah Al-Qur'an.Artinya: "Pergunakanlah kesempatan yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR Al Hakim)
Berkata al imam Ibnu Rajab rahimahullah: "Nabi ﷺ berpuasa di bulan Sya'ban bertujuan untuk latihan sebelum menjalani puasa ramadhan. Supaya berjumpa ramadhan tidak dengan rasa berat. Beliau telah berlatih puasa dan dia telah merasakan kelezatan dan manisnya puasa Sya'ban di hatinya. Sehingga ketika memasuki Ramadhan ia dalam kondisi kuat dan penuh semangat." [Lathaif al Ma’aarif hal. 174]
6. Menyiapkan Ilmu dan Targhib Ramadan
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata, "Menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah ﷺ bersabda:Artinya: "Telah datang kepada kalian bulan yang diberkahi. Diwajibkan kepada kalian berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam itu, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut." (HR Ahmad)
Targhib yang diadakan bukan hanya kaitannya dengan iming-iming keagungan Ramadhan, tapi afdhalnya dengan mempelajari kembali fiqih ibadah Ramadan, agar dengan bertambahnya ilmu semakin maksimal ibadah yang kita lakukan dan terhindar dari penyimpangan yang bisa mengurangi bahkan bisa merusak ibadah kita.
Sebagaimana yang diwanti-wantikan oleh Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz:
Artinya: "Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan." [Zuhud li imam Ahmad (1/301)]
7. Menjaga Hubungan Baik dengan Keluarga dan Kaum Muslimin
Bulan Ramadan adalah bulan kasih sayang Allah, yang kasih sayang itu akan diberikan kepada hamba yang penyayang. Ia bulan ampunan Allah, yang mana ampunan itu hanya diberikan kepada hamba yang pemaaf. Disebutkan dalam sebuah hadis:Artinya: "Sesungguhnya Allah memperhatikan pada malam nishfu Sya'ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang cekcok/bermusuhan terhadap saudaranya." (HR Ibnu Majah)
Semoga kita dipertemukan dengan Ramadan tahun ini dan menjadi Ramadan terbaik kita dibanding tahun-tahun sebelumnya. Aamin. Wallahu A'lam
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56