Bisnis.com, JAKARTA — Dana PensiunBCA mencatat total akumulasi iuran tumbuh 5,1% secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada kuartal III/2025.
Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menyebut pertumbuhan iuran ini juga diiringi oleh jumlah peserta yang meningkat 2,03% YoY atau setara dengan 25.002 orang.
“Per September 2025, Dana Pensiun BCA mencatat total akumulasi iuran sebesar Rp3,2 triliun, atau tumbuh 5,1 persen secara tahunan atau year-on-year,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip Sabtu (15/11/2025).
Budi menjelaskan, mekanisme pengumpulan iuran di Dana Pensiun BCA ini dilakukan otomatis melalui sistem pemotongan penghasilan karyawan yang telah menjadi peserta program. Sampai saat ini, proses ini berjalan terintegrasi dengan sistem penggajian dari pendiri.
Di lain sisi, dia menyoroti kenaikan kepesertaan dana pensoun BCA dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan jumlah karyawan aktif di lingkungan BCA.
“Kemudian, tingkat retensi karyawan yang relatif stabil, serta upaya literasi keuangan yang dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap manfaat program pensiun,” sebutnya.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai iuran program pensiun sukarela secara keseluruhan mencapai Rp28,40 triliun per September 2025. Angka ini tumbuh sebesar 8,56% YoY.
Menilik secara bulanan atau month-to-month (MtM) iuran program pensiun sukarela juga konsisten mengalami pertumbuhan. Per September 2025 iuran naik 12,43% MtM dari Rp25,26 triliun.
Kemudian, apabila dibandingkan dengan posisi tahun lalu pada periode yang sama, nilai iuran program pensiun sukarela sempat terkontraksi 3,23% YoY pada Sepetmber 2024.
Menanggapi hal tersebut, Budi berpendapat pemulihan nikai iuran pada 2025 ini didorong oleh beberapa faktor utama seperti stabilotas ekonomi makro yang semakin terjaga.
“Serta kinerja keuangan perusahaan pemberi kerja yang membaik pasca penyesuaian suku bunga di sektor keuangan. Selain itu, peningkatan ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran pemberi kerja dan peserta terhadap pentingnya program pensiun sebagai bagian dari kesejahteraan jangka panjang,” jelasnya.
Secara keseluruhan, imbuh Budi, kondisi itu mencerminkan bahwa peran dana pensiun sebagai instrumen perlindungan hari tua semakin dipahami dan diapresiasi oleh masyarakat.