Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mengumumkan penutupan sementara operasional sejumlah jaringan kantor di wilayah Sumatra, imbas bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 22-27 November 2025.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando menyampaikan langkah penutupan sementara dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh pihak yang berada di sekitar area terdampak.
“BTN sangat prihatin atas musibah banjir dan longsor yang melanda masyarakat di Sibolga, Medan, dan beberapa wilayah lain di Sumatra. Keamanan pegawai dan nasabah menjadi prioritas utama kami, sehingga BTN mengambil langkah penutupan sementara guna menghindari potensi risiko yang lebih besar,” kata Ramon dalam keterangannya, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Adapun, salah satu jaringan kantor BTN yang terdampak paling parah adalah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sibolga yang berlokasi di Jl. M. Sutoyo No. 49.
Ramon menuturkan, akses menuju kantor terputus total akibat banjir dan longsor. Sekitar 50 meter sebelum gedung, jalur utama tidak dapat dilalui.
Dua akses penting menuju KCP Sibolga-melalui Tantung dan melalui Bandara Ferdinan Lumban Tobing-tertutup akibat longsor dan banjir. Pemerintah Kota Sibolga juga telah mengimbau penghentian aktivitas gedung dan evakuasi pegawai ke titik aman.
Di Kota Medan, bencana banjir pada 26-27 November 2025 juga menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur kota, termasuk pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi.
Mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pelaporan kondisi kahar (force majeure), BTN menutup sementara beberapa jaringan kantor di bawah KC Medan, yaitu:
• KCP USU
• KCP Helvetia
• KCP Simalingkar
• KCP M. Yamin
• KCP Setiabudi
• KCP Simpang Limun
BTN juga menutup sementara dua kantor cabang pembantu syariah di Provinsi Aceh, yaitu KCPS Langsa dan KCPS Takengon. Penutupan dilakukan lantaran akses menuju kedua kantor tersebut terputus akibat banjir serta seluruh jalur alternatif tidak dapat dilalui. Operasional sementara dialihkan melalui KCS Lhokseumawe sebagai kantor alternatif.
BTN memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan aparat setempat agar layanan BTN tetap berjalan melalui kantor alternatif dan kanal digital.
“Kami berharap situasi segera pulih agar kantor-kantor tersebut dapat kembali beroperasi normal,” ujarnya.
Adapun, perseroan juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, serta akan menambah bantuan apabila diperlukan sesuai perkembangan kondisi tanggap darurat di lapangan.
“BTN akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak dan menyampaikan pembaruan resmi kepada nasabah serta masyarakat melalui saluran komunikasi BTN,” pungkasnya.