Bisnis.com, JAKARTA — Berlibur menggunakan pesawat sering menjadi pilihan karena cepat dan praktis, terutama untuk perjalanan jarak jauh atau ke luar negeri.
Namun, dibalik kemudahannya, ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi agar perjalanan berjalan lancar hingga naik ke dalam pesawat.
Banyak penumpang sudah menyiapkan hotel dan itinerary dengan rapi, tetapi justru gagal berangkat karena kesalahan sepele. Beberapa kekeliruan administratif bahkan bisa langsung membuat penumpang ditolak saat boarding.
Berikut kesalahan yang dapat mencegah naik pesawat dan perlu dihindari sejak awal perencanaan perjalanan.
1. Nama di tiket tidak sesuai dengan paspor
Kesalahan penulisan nama sering dianggap hal kecil, padahal tiket dan paspor harus benar-benar sama. Perbedaan satu huruf, penggunaan nama panggilan, atau perubahan nama setelah menikah bisa membuat maskapai menolak penumpang.
Jika kesalahan disadari dalam 24 jam setelah pemesanan, biasanya masih bisa diperbaiki dengan mudah. Namun, jika terlambat dan melibatkan lebih dari satu maskapai, perbaikannya bisa rumit dan berujung membeli tiket baru.
2. Paspor akan kedaluwarsa dalam waktu kurang dari enam bulan
Banyak orang mengira paspor yang masih berlaku berarti aman untuk terbang ke luar negeri. Padahal, sebagian besar negara mewajibkan paspor berlaku minimal enam bulan setelah tanggal kepulangan.
Jika masa berlaku paspor kurang dari ketentuan tersebut, penumpang bisa ditolak sejak pemeriksaan keamanan. Solusinya adalah mengurus perpanjangan paspor lebih awal atau menggunakan layanan percepatan jika waktu sudah mepet.
3. Tidak mengecek persyaratan visa tujuan
Setiap negara memiliki aturan visa yang berbeda, dan tidak semuanya bebas visa. Kesalahan umum terjadi saat penumpang mengira cukup membawa paspor tanpa mengecek aturan visa negara tujuan maupun negara transit.
Maskapai wajib menolak penumpang yang tidak memiliki visa sesuai ketentuan. Karena itu, penting mengecek semua negara yang akan dikunjungi, termasuk hanya untuk transit, sebelum hari keberangkatan.
4. Datang terlalu terlambat saat check-in di bandara
Datang ke bandara mepet waktu keberangkatan berisiko membuat penumpang gagal check-in. Maskapai harus menutup data penumpang sekitar satu jam sebelum pesawat berangkat sesuai aturan pemerintah.
Meski hanya terlambat beberapa menit, data penumpang tidak bisa dibuka kembali. Untuk menghindari hal ini, check-in online 24 jam sebelumnya sangat disarankan agar lebih aman dan tenang.
Kesalahan-kesalahan tersebut kerap terjadi karena dianggap sepele, padahal dampaknya bisa menggagalkan seluruh rencana perjalanan. Persiapan yang teliti sejak awal, mulai dari dokumen hingga waktu keberangkatan, menjadi kunci agar perjalanan udara berjalan lancar dan bebas kendala. (Angel Rinella)