Bisnis.com, JAKARTA — Emiten lokapasar, PT Global Digital Niaga Tbk. (Blibli) sepanjang kuartal pertama 2026 membukukan pendapatan neto konsolidasian senilai Rp7,83 triliun atau tumbuh 67% dari capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,69 triliun.
Emiten berkode saham BELI tersebut juga berhasil menekan struktur biaya selama 3 bulan pertama tahun ini. Hal itu tecermin dari rendahnya persentase beban operasional konsolidasian terhadap TPV dari 7,3% pada kuartal I/2025 menjadi 6,4% pada kuartal I/2026.
Efisiensi struktur biaya berdampak langsung pada kinerja persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV yang meningkat signifikan hingga 200 bps secara year on year/YoY, dari -2,6% pada kuartal I/2025 menjadi -0,6% sepanjang kuartal I/2026.
Kusumo Martanto, CEO sekaligus Co-Founder Blibli mengatakan bahwa perseroan telah berkomitmen untuk mengawali kinerja tahun ini dengan momentum yang solid demi melanjutkan tren positif dari kuartal sebelumnya.
“Ini mencerminkan kelanjutan dari eksekusi strategi kami, di mana kami menghasilkan pertumbuhan pendapatan dua digit yang kuat serta peningkatan lebih jauh pada take rate dan margin secara keseluruhan,” katanya pada Kamis (30/4/2026).
BELI mencatatkan peningkatan take rate dari 9,0% pada kuartal I/2025 menjadi 9,9% pada kuartal I/2026, utamanya didukung dari peningkatan pada segmen Ritel 1P dan Institusi. Hal ini merupakan hasil dari pertumbuhan laba bruto sebelum diskon sebesar 21% YoY.
Menurut Kusumo, Blibli terus menjaga agar kinerja di seluruh usaha tetap berimbang. Segmen perdagangan masih menjadi penopang pertumbuhan, didukung oleh permintaan yang kuat di berbagai kategori utama dan pendekatan yang lebih terfokus pada produk-produk dengan margin lebih tinggi.
“Strategi omnichannel kami terus bertumbuh di berbagai kategori, sementara usaha institusi dan toko fisik berkembang dengan kualitas dan skala yang lebih baik.”
Integrasi ekosistem semakin ditingkatkan dengan perluasan fitur Blibli Affiliate ke platform tiket.com, yang diharapkan dapat semakin mendorong jumlah pengguna yang bertransaksi di masa mendatang.
Blibli juga semakin memperluas kehadiran di segmen Toko Fisik dengan menambah sejumlah 35 toko baru pada kuartal I/2026, sehingga per akhir bulan lalu, perseroan telah mengoperasikan sejumlah 295 toko elektronik konsumen, sembilan toko elektronik rumah tangga, dan satu toko fesyen dan olahraga. Selain itu, perseroan juga mengelola 58 gerai supermarket premium dan 37 home and living experience centers.
Kusumo meyakini perseroan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tahun ini. Bermodalkan kapabilitas di SDM, teknologi, dan infrastruktur yang makin mumpuni, serta kolaborasi yang kuat di seluruh ekosistem, kemampuan layanan omnichannel Blibli bakal terus meningkat guna mendorong kinerja profitabilitas, sehingga pada akhirnya menghadirkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Ronald Winardi, CFO Blibli menambahkan, sepanjang kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil berhasil mempercepat pendapatan secara kuat bersamaan dengan kemajuan dalam disiplin operasional dan profitabilitas secara berkelanjutan.
“Penurunan kerugian operasional yang signifikan dan peningkatan substansial dalam kinerja persentase EBITDA terhadap TPV telah menggarisbawahi penguatan unit ekonomis dan operating leverage, di mana kami terus melangkah maju menuju peta jalan profitabilitas kami.”
Dalam laporan keuangannya per 31 Maret 2026, Blibli sukses memangkas nilai rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang tercatat Rp303 miliar, atau membaik 52% dari periode yang sama tahun sebelumnya dengan rugi bersih senilai Rp638 miliar.
Untuk mewujudkan peta jalan profitabilitasnya, Blibli tahun ini menargetkan peningkatan pendapatan neto konsolidasian sebesar 15%–20%. Target ini didukung oleh prioritas strategis utama yang akan dilaksanakan sepanjang sisa tahun, dengan fokus berkelanjutan pada peningkatan margin dan struktur biaya yang lebih efisien.