Bisnis.com, JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sukses meraup lonjakan pendapatan lebih dari 300% secara tahunan sepanjang Januari-September 2025.
Kinerja apik tersebut membuat emiten terafiliasi Prajogo Pangestu ini sukses membalik kerugian bersih dalam periode sebelumnya menjadi laba bersih di tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan, total pendapatan bersih TPIA per kuartal III/2025 sebesar US$5,10 miliar. Angka ini melesat 314,3% year on year (YoY) dibanding pendapatan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$1,23 miliar.
Bila dibedah, pendapatan dari segmen kilang berkontribusi sebesar US$2,31 miliar. Periode sebelumnya, pos pendapatan dari segmen ini belum tercatat di laporan keuangan.
Berikutnya, ada segmen kimia yang menyumbang pendapatan mencapai US$2,69 miliar, atau melompat 132,8% YoY dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$1,16 miliar.
Terakhir, pendapatan dari segmen infrastruktur tercatat sebesar US$98,9 juta, yang juga meningkat 33,5% YoY dibanding periode sebelumnya sebesar US$74,1 juta.
Sementara itu, jumlah pengeluaran perseroan selama 9 bulan 2025 juga meningkat 301,9% YoY dari US$1,40 miliar menjadi US$5,64 miliar. Komponen terbesar berasal dari bahan baku serta biaya produksi dan manufaktur yang masing-masing mencapai US$4,37 miliar dan US$764,43 juta.
Sepanjang Januari-September 2025, TPIA juga meraup keuntungan dari pembelian dengan diskon sebesar US$1,81 miliar, yang pada periode sebelumnya tidak tercatat.
Pendapatan bersih dan keuntungan diskon itu ditotal dengan pos-pos pemasukan lainnya, jumlah pendapatan dan pendapatan lainnya perseroan dalam 9 bulan 2025 mencapai US$7,18 miliar, melesat 440,8% YoY dibanding US$1,33 miliar pada periode sebelumnya.
Alhasil, meskipun ada lonjakan dari pengeluaran, TPIA per kuartal III/2025 tetap dapat membukukan laba periode berjalan sebesar US$1,65 miliar. Membaik dibanding rugi periode berjalan US$57,96 juta pada periode yang sama pada tahun lalu.
Dari angka itu, laba periode tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai US$1,29 miliar, membaik dari rugi bersih yang diderita perseroan sebesar US$59,37 juta dalam periode sebelumnya.
Direktur dan Chief Financial Officer Group Andre Khor mengatakan kinerja yang solid ini berkat penguatan tiga pilar utama bisnis grup perusahaan di sektor energi, kimia dan infrastruktur.
Di sektor energi, grup perusahaan memperluas kehadiran regional melalui penandatanganan perjanjian jual beli (sales purchase agreement) terkait akuisisi jaringan stasiun layanan ritel dengan merek Esso milik ExxonMobil di Singapura melalui special purpose vehicle di bawah anak usaha yang dimiliki sepenuhnya.
"Aksi strategis ini memperkuat visi group untuk membangun infrastruktur energi terintegrasi di kawasan Asia Tenggara, melanjutkan ekspansi sebelumnya melalui Aster Chemicals & Energy Pte. Ltd. (Aster)," ujar Andre dalam rilis resmi, Jumat (31/10/2025).
Berikutnya di sektor kimia, pembangunan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon telah mencapai progres konstruksi sebesar 33%. Setelah beroperasi, pabrik ini akan meningkatkan kemandirian industri kimia Indonesia, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan potensi penghematan hingga Rp10 triliun per tahun.
Selain itu, penyelesaian akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals juga telah terlaksana dengan lancar dan secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan nilai perusahaan.
Terakhir di sektor infrastruktur, Chandra Asri Group memperkuat portofolio solusi infrastruktur terintegrasi melalui anak perusahaannya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI).
Setelah sukses melaksanakan IPO, CDI terus mengembangkan portofolio logistik dan energi terbarukan dengan menambah dua kapal kimia baru dan 20 truk baru, serta meningkatkan kepemilikan di PT Chandra Shipping International dan PT Marina Indah Maritim.
"Termasuk memperluas portofolio tenaga surya menjadi 11 megawatt-peak (MWp), memperkokoh posisinya sebagai pemimpin solusi infrastruktur terintegrasi," pungkasnya.