Bisnis.com, JAKARTA — Pendiri Triputra Group, Theodore Permadi (TP) Rachmat bercerita tentang perjalanan panjangnya membangun bisnis mulai dari karir di PT Astra International Tbk. (ASII) hingga membangun Triputra Group.
"Perjalanan yang panjang, hampir 60 tahun mulai dari satu paviliun kecil," kata TP Rachmat dalam acara BIG-40 Award pada Senin (8/12/2025).
Sejak 1968, TP Rachmat memulai karirnya sebagai salesman di Astra Grup. Karirnya kemudian menanjak hingga menjadi pimpinan di perusahaan yang didirikan pamannya, William Soeryadjaya itu.
Di bawah kepemimpinannya, Astra tidak hanya tumbuh menjadi grup bisnis terintegrasi dengan standar tata kelola modern, tetapi juga menjadi model pengembangan SDM, inovasi operasional, serta kemitraan strategis di berbagai sektor industri.
Selain itu, dia juga turut andil membesarkan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, PT Adaro Energy, yang kini bertransformasi menjadi Grup Alamtri.
Warisan kepeloporan Teddy, sapaan akrabnya, terus berlanjut dengan pendirian Triputra Group, yang berhasil menjadi salah satu konglomerasi terbesar. Triputra Group kini memiliki empat lini bisnis, termasuk agribisnis, manufaktur, dan pertambangan.
TP Rachmat sendiri kini mendapatkan Penghargaan BIG-40 dengan kategori: Lifetime Leadership in Enterprise Transformation.
"Ini terjadi [penghargaan] karena beberapa tokoh yang memungkinkan saya mendapatnya, seperti Pak Sumitro [Sumitro Djojohadikusumo] hingga Pak Emil Salim. Ini semua bisa kejadian karena bapak-bapak yang memberi contoh," ujar TP Rachmat.
Adapun Penghargaan BIG-40 dipersembahkan oleh Bisnis Indonesia dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-40 Harian Bisnis Indonesia.
Penghargaan BIG-40 merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada 40 tokoh yang memberikan kontribusi dan pengaruh signifikan bagi kemajuan Indonesia. Penghargaan ini mencakup berbagai bidang—ekonomi dan bisnis; sosial dan politik; budaya dan lingkungan; hingga olahraga—dengan dampak pada skala nasional.
Penghargaan BIG-40 diberikan kepada figur-figur dengan rekam jejak luar biasa. Figur itu mencakup para inspirator nasional, perumus kebijakan yang mendukung perkembangan dunia usaha, pendiri dan pelopor perusahaan berskala besar, dan tokoh penggerak pembangunan daerah.
Lalu, para eksekutif dan profesional terkemuka, generasi muda visioner, serta para tokoh yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan hubungan publik.
Proses pemilihan dilakukan melalui metodologi yang ketat, meliputi desk research mendalam, penelusuran rekam jejak publik, dan kurasi komprehensif oleh Tim Redaksi Bisnis Indonesia yang dikenal sangat selektif dan independen.
Penghargaan ini menjadi wujud penghormatan Bisnis Indonesia Group atas dedikasi, integritas, dan pencapaian para tokoh tersebut.
BIG-40 diharapkan tidak hanya mengapresiasi kiprah individu, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi masyarakat dan dunia usaha untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.