Bisnis.com, JAKARTA — Emiten milik Crazy Rich Surabaya Hermanto Tanoko, PT Avia Avian Tbk. (AVIA), akanmembagikan dividen interim sebesar Rp11 per saham untuk tahun buku 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi, emiten dengan kode saham AVIA ini akan membagikan dividen interim sebesar Rp11 per saham untuk tahun buku 2025 periode 1 Januari sampai dengan 30 September 2025.
"Dividen interim akan dibagikan kepada Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 13 November 2025 sampai dengan pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat," tulis Manajemen AVIA, dikutip Senin (3/11/2025).
Adapun berikut jadwal pembagian dividen AVIA untuk tahun buku 2025:
- Pengumuman di Bursa Efek Indonesia: 3 November 2025
Akhir Periode Perdagangan Saham Dengan Hak Dividen (Cum Dividen)
- Pasar Regular dan Pasar Negosiasi: 11 November 2025
- Pasar Tunai: 13 November 2025
Awal Periode Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen (Ex Dividen)
- Pasar Regular dan Pasar Negosiasi:12 November 2025
- Pasar Tunai: 14 November 2025
- Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas Dividen (Record Date): 13 November 2025
- Tanggal Pembayaran Dividen Interim Tahun Buku 2025: 20 November 2025
Berdasarkan laporan keuangan sepanjang 9 bulan 2025, AVIA membukukan laba bersih Rp1,18 triliun sampai akhir September 2025. Laba bersih AVIA ini meningkat 2,41% secara tahunan dari sebelumnya sebesar Rp1,16 triliun sampai akhir September 2024.
Peningkatan laba bersih ini didorong oleh penjualan neto perseroan yang juga naik menjadi 9,68% secara tahunan menjadi Rp5,92 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp5,4 triliun.
Penjualan perseroan ini didorong oleh penjualan ke pihak ketiga sebesar Rp5,88 triliun, dan ke pihak berelasi sebesar Rp40,8 miliar.
Sementara itu, berdasarkan jaringan distribusinya, AVIA mencatatkan penjualan ke distributor sendiri sebesar Rp5,3 triliun, distributor pihak ketiga sebesar Rp580 miliar, dan penjualan langsung Rp12,4 miliar.
Sampai akhir September 2025, AVIA membukukan beban pokok penjualan yang meningkat 12,79% secara tahunan menjadi Rp3,3 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,99 triliun.
Alhasil, laba bruto AVIA naik menjadi Rp2,54 triliun, dari sebelumnya Rp2,4 triliun. Laba bruto ini meningkat 5,8% year-on-year (YoY).
Sampai akhir September 2025, AVIA mencetak jumlah aset sebesar Rp11,13 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp11,06 triliun akhir Desember 2025.
Sementara itu, jumlah liabilitas AVIA turun menjadi Rp1,33 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp1,42 triliun secara year to date. Adapun, total ekuitas AVIA meningkat menjadi Rp9,7 triliun pada 9 bulan 2025, dari Rp9,63 triliun sepanjang 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.