Bisnis.com, JAKARTA - Film terbaru dari trilogi Avatar, “Avatar: Fire and Ash”, berhasil meraih US$88 juta dalam pekan pertama pemutarannya. Namun, capaian tersebut dinilai kurang memenuhi ekspektasi.
Selama tiga hari pertama penayangannya di bioskop, “Fire and Ash” meraup US$88 juta, atau sekitar Rp1,47 triliun. Angka tersebut masih jauh di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan pendapatan debut antara US$110 juta dan US$125 juta.
Pasalnya, pada film Avatar sebelumnya, “Avatar: The Way of Water” pada tahun 2022 menghasilkan US$134 juta selama periode tiga hari yang sama.
Namun, secara internasional, film ini telah berhasil mengumpulkan US$257 juta, sehingga total pendapatan pembukaan global film ini diperkirakan mencapai US$345 juta.
“Fire and Ash” menghadapi beberapa tantangan untuk mengundang penonton ke bioskop, terutama dengan durasinya yang lebih dari tiga jam.
Selain itu, permintaan juga lebih rendah mengingat film kali ini hanya lanjutan dari Avatar kedua, yang tidak menawarkan sesuatu yang baru. Beberapa analis dan kritikus box office juga mencatat bahwa inovasi teknologi di “Fire and Ash” juga lebih sedikit daripada pendahulunya, yang sebelumnya menjadi faktor pendorong penjualan tiket.
Menurut data dari EntTelligence, sekitar 5,2 juta penonton film domestik AS pergi menonton "Fire and Ash". Jumlah ini mengalami penurunan besar dari 8,7 juta yang datang pada tahun 2022 untuk menonton film "The Way of Water" pada akhir pekan pembukaannya.
Namun, secara historis, waralaba Avatar memang tidak pernah langsung sukses di box office. Film pertama, “Avatar” tahun 2009, hanya menghasilkan US$77 juta pada akhir pekan pembukaannya di dalam negeri, tetapi tetap diputar di bioskop selama hampir setahun.
Namun, pada saat keluar dari bioskop, film tersebut telah menghasilkan US$2,7 miliar secara global. Dengan penayangan ulang, film tersebut sekarang mencapai US$2,9 miliar, menurut data dari Comscore.
Selanjutnya, “The Way of Water” diputar di bioskop selama 23 minggu dan telah menghasilkan pendapatan kotor sebesar US$2,3 miliar secara global.
Jadi Capaian Film Hollywood Terbesar di Indonesia
Berbeda kondisinya dengan di AS, di Indonesia, '"Avatar: Fire and Ash" justru mencatat capaian film Hollywood terbesar sepanjang 2025, dengan perolehan sebesar US$5,6 juta pada minggu pertama perilisan.
Kedua film sebelumnya, "Avatar" dan "Avatar: The Way of Water" juga masuk dalam jajaran 10 film MPA dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
Sementara itu, di Singapura, masing-masing film tersebut mendominasi puncak box office pada tahun perilisannya (2009 dan 2022). "Avatar: The Way of Water" juga tercatat sebagai film dengan pendapatan box office IMAX terbesar sepanjang masa di Indonesia dan Thailand.
Sebagai film ketiga dari waralaba Avatar yang fenomenal, "Avatar: Fire and Ash" tayang secara eksklusif di bioskop seluruh dunia mulai 19 Desember 2025.
James Cameron kembali membawa penonton ke Pandora dalam sebuah petualangan yang imersif bersama Jake Sully (Sam Worthington), mantan marinir yang kini menjadi pemimpin Na’vi, Neytiri (Zoe Saldaña), serta keluarga Sully.
Film ini ditulis oleh James Cameron, Rick Jaffa, dan Amanda Silver, dengan cerita oleh James Cameron, Rick Jaffa, Amanda Silver, Josh Friedman, dan Shane Salerno.
Deretan pemerannya juga meliputi Sigourney Weaver, Stephen Lang, Oona Chaplin, Cliff Curtis, Joel David Moore, CCH Pounder, Edie Falco, David Thewlis, Jemaine Clement, Giovanni Ribisi, Britain Dalton, Jamie Flatters, Trinity Jo-Li Bliss, Jack Champion, Brendan Cowell, Bailey Bass, Filip Geljo, Duane Evans Jr., dan Kate Winslet.