Bisnis.com, JAKARTA –Emiten alat kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) membukukan lonjakan penjualan sebesar 73,49% sepanjang Januari-September 2025 yang berimbas positif terhadap kenaikan laba bersih perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, penjualan neto IRRA tercatat sebesar Rp1,01 triliun dari Rp584,24 miliar pada periode yang sama 2024.
Lebih terperinci, penjualan IRRA paling besar per kuartal III/2025 berasal dari produk Hose Rp525,85 miliar. Produk itu baru menyumbang pendapatan IRRA mulai tahun ini.
Selain Hose, IRRA juga mengantongi penjualan dari produk Abbot senilai Rp166,56 miliar, hemodialisa Rp158,38 miliar, Medtronic Rp83,52 miliar, auto disable syringe (ADS) Rp49,66 miliar, dan Terumo Rp48,54 miliar.
Pelanggan IRRA dengan nilai penjualan yang besar a.l. Dassault Aviation senilai Rp525,85 miliar, PT Tri Mitra Sehati Rp76,04 miliar, PT Kencana Pilar Mandiri Rp54,47 miliar, PMI DKI Jakarta Rp35,06 miliar, dan Sekretariat Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Rp47,58 miliar.
Pada periode yang sama, IRRA mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp828,09 miliar, beban penjualan Rp25,33 miliar, beban umum dan administrasi Rp75,97 miliar, serta beban bunga dan keuangan Rp41,45 miliar.
Sejalan dengan lonjakan penjualan, laba tahun berjalan IRRA mengalami kenaikan yang signifikan. IRRA tercatat mengantongi laba tahun berjalan Rp44,6 miliar per kuartal III/2025 atau 119,42% lebih tinggi dibandingkan dengan capaian laba tahun berjalan 9 bulan 2024 sebesar Rp20,08 miliar.
Alhasil, laba per saham dasar IRRA meningkat dari Rp13,32 menjadi Rp29,58.
Sebelumnya, Direktur IRRA Teguh Eko Purwanto mengatakan perseroan menyiapkan strategi untuk menangkap peluang yang menjadi fokus bisnis perseroan tahun ini. Pertama, produk diagnostik dengan peluang yang bersifat in vitro maupun in vivo.
"Seiring dengan program pemeriksaan kesehatan gratis (MCU) yang akan diluncurkan oleh pemerintah. Hal ini akan mendorong peningkatan kebutuhan terhadap alat-alat diagnostik yang handal dan efisien," kata Teguh.
Kedua, digitalisasi kesehatan dan teknologi robotik. Adapun, digitalisasi layanan kesehatan diimplementasikan mulai dari sistem manajemen rumah sakit, lingkungan laboratorium diagnostik, hingga penggunaan teknologi robotik dalam sistem ortopedi.
Ketiga, penguatan layanan kesehatan primer seperti puskesmas dan klinik.
"Kami juga mengidentifikasi peluang pada penyediaan produk-produk yang mendukung penguatan sistem kesehatan di lini terdepan," ujar Teguh.
Dalam hal kemudahan akses terhadap produk perseroan, IRRA sudah membuka gudang baru di Cibitung. Lokasi tersebut dinilai strategis dan sentral sehingga bisa mendistribusikan produk ke berbagai wilayah.