Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Tokio Marine Indonesia menyampaikan telah membayarkan klaimasuransi properti lebih dari Rp15,5 miliar per Januari 2026.
President Director Asuransi Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi menuturkan besaran klaim itu menggambarkan komitmen perusahaan pada layanan klaim yang responsif dan bertanggung jawab, melalui proses yang transparan dan akuntabel.
“Adapun per Januari 2026, premi properti tumbuh stabil dan menjadi kontributor terbesar di portofolio, dengan porsi sekitar 40%,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Kamis (26/2/2026) malam.
Sancoyo menambahkan, untuk 2026 target premi asuransi properti bersifat lebih terukur, sejalan dengan siklus renewal pada beberapa akun korporasi utama. Fokusnya adalah tetap menjaga kualitas portofolio dan layanan, sembari memperkuat pipeline bisnis baru agar kinerja tetap stabil dan berkelanjutan.
Adapun untuk terus mendongkrak pendapatan premi dari lini usaha properti, Tokio Marine Indonesia berfokus pada penguatan kerja sama dengan broker dan mitra strategis, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi masyarakat.
“Kami juga mendorong digitalisasi untuk memperluas jangkauan dan mempermudah akses, sekaligus menghadirkan produk paket yang lebih mudah dibeli seperti Home Partner, Rumah Aman, dan Mikro Isi Rumah, serta UKM Partner untuk membantu melindungi properti usaha dan bisnis,” ujar Sancoyo.
Tokio Marine optimistis lini asuransi properti tetap memiliki ruang tumbuh pada 2026. Bahkan, lini ini tetap berpotensi menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Hal ini seiring dengan aktivitas bisnis, pembangunan, dan kebutuhan proteksi yang melekat pada pembiayaan aset properti.
Kendati demikian, dia tidak memungkiri masih ada tantangan literasi risiko yang belum merata, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk memasarkan produk asuransi properti.
“Kami menjawabnya lewat edukasi yang relevan, pendekatan konsultatif berbasis asesmen risiko, serta penyederhanaan proses dan layanan melalui digitalisasi agar lebih mudah diakses,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi dari lini usaha properti sepanjang 2025 mencapai Rp32,86 triliun, tumbuh 8,6% (year on year/YoY) dari Rp30,27 triliun.
Sementara itu, klaim yang dibayar dari asuransi properti naik 1,8% (YoY) menjadi Rp8,58 triliun sepanjang 2025. Adapun, rasio klaim asuransi properti sebesar 26,1%.
“Data ini menunjukkan bahwa secara nominal maupun underwriting performance, lini properti tetap menjadi backbone industri,” tegas Ketua Umum AAUI Budi Herawan kepada Bisnis, Rabu (25/2/2026).