Bisnis.com, Jakarta – National Aeronautics and Space Administration (NASA) menunda jadwal peluncuran misi ke Bulan hingga setidaknya awal Maret 2026.
Artemis II seharusnya diluncurkan pada 8 Februari. Namun, tim teknis mendeteksi kebocoran hidrogen cair yang krusial selama tahap pengujian bahan bakar di Kennedy Space Center, Florida.
Pejabat NASA mengumumkan revisi jadwal operasional tersebut menyusul berakhirnya uji coba pra-peluncuran selama 49 jam atau yang dikenal sebagai wet dress rehearsal.
Otoritas antariksa Amerika Serikat tersebut membutuhkan waktu tambahan untuk meninjau data uji coba secara menyeluruh.
Melansir dari Space, Kamis (5/2/2026), masalah teknis utama terdeteksi saat proses pengisian lebih dari 700.000 galon atau sekitar 2,65 juta liter propelan kriogenik ke roket Space Launch System (SLS).
Insinyur menemukan kebocoran hidrogen cair (LH2) pada bagian antarmuka yang menghubungkan menara peluncuran seluler dengan tahap inti roket.
Upaya mitigasi sempat dilakukan teknisi dengan menghentikan aliran bahan bakar untuk menghangatkan segel agar dapat terpasang kembali dengan presisi. Namun, tingkat kebocoran tercatat kembali melonjak melebihi ambang batas aman saat hitung mundur simulasi menyisakan waktu lima menit.
Administrator NASA Jared Isaacman menekankan bahwa keselamatan awak dan integritas misi tetap menjadi prioritas utama badan antariksa tersebut. Manajemen menilai tantangan teknis dalam pengujian sistem roket raksasa ini sebagai risiko yang telah diperhitungkan.
"Tantangan dalam pengujian seperti ini sudah diantisipasi mengingat jeda waktu yang cukup lama sejak peluncuran SLS terakhir," ujar Isaacman dalam pernyataan resminya melalui media sosial.
Selain masalah krusial pada bahan bakar, laporan pengujian mengungkap sejumlah kendala operasional lain yang mempengaruhi kesiapan peluncuran. Salah satunya adalah gangguan komunikasi audio yang terputus-putus antara tim darat yang telah terpantau selama beberapa minggu terakhir.
Penundaan ini berdampak langsung pada jadwal operasional empat kru astronot yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Kanada Jeremy Hansen. Keempat astronot tersebut diizinkan mengakhiri masa isolasi medis di Houston yang telah dijalani sejak 21 Januari lalu.
NASA kini menargetkan jendela peluncuran potensial pada 6 hingga 9 Maret serta 11 Maret 2026. Penentuan tanggal ini sangat bergantung pada perhitungan posisi orbital Bulan untuk memastikan kapsul Orion dapat kembali dan mendarat di Bumi dengan aman.
Apabila kendala teknis belum dapat teratasi sepenuhnya pada periode Maret, otoritas terkait telah menyiapkan opsi jendela peluncuran berikutnya. Peluang penerbangan selanjutnya diproyeksikan baru akan tersedia pada awal dan akhir April 2026.
Sebagai informasi, misi Artemis II diposisikan sebagai tonggak sejarah strategis industri antariksa karena menjadi penerbangan berawak pertama ke wilayah Bulan dalam lebih dari 50 tahun.