Bisnis.com, JAKARTA – PT Astra International Tbk. (ASII) telah merealisasikan aksi pembelian kembali saham atau buybackdengan nominal mencapai Rp810,70 miliar.
Melansir keterbukaan informasi, selama periode pembelian kembali saham pada 16 Maret—15 Juni 2026, total saham yang telah dibeli oleh perseroan mencapai 153,42 juta lembar atau mencerminkan Rp810,70 miliar.
Realisasi tersebut hanya mencerminkan 40,53% dari dana maksimum yang dialokasikan Astra untuk pembelian kembali saham mencapai Rp2 triliun.
”Selama periode pembelian kembali saham, perseroan telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 153.427.400 lembar saham dengan nilai keseluruhan Rp810,70 miliar,” kata manajemen dalam keterbukaan, dikutip Selasa (16/6/2026).
Sebelumnya lewat aksi ini, Astra memastikan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Selain itu, perseroan juga memastikan setelah pelaksanaan buyback, jumlah saham free float perseroan paling sedikit menjadi 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Melansir keterbukaan informasi per 9 Juni 2026 atau kurang dari sepekan jelang penutupan masa buyback, ASII melaporkan jumlah saham free float perseroan saat ini sebesar 43,76%. Realisasi itu mengalami penurunan 0,10% dari 43,86% pada bulan sebelumnya.
Di lantai Bursa, kinerja saham ASII justru masih dalam koreksi 16,05% selama tiga bulan terakhir ke level Rp4.890 per saham. Hal ini sejalan dengan berbagai sentimen yang turut membayangi kinerja pasar saham RI belakangan.
Kini, Astra tengah menyiapkan rencana buyback jumbo, dengan nilai mencapai Rp8 triliun. Aksi itu bakal mulai dijalankan pada 20 Juli 2026 dan diproyeksi mengerek laba per saham ASII menjadi Rp149 per saham.
Manajemen Astra menjelaskan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, porsi saham beredar di publik (free float) setelah buyback tetap dijaga di atas ketentuan minimum, yakni 15% dari modal ditempatkan dan disetor.
Rencana buyback tersebut akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Juli 2026.
Adapun keterbukaan informasi dan pengumuman agenda RUPSLB telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juni 2026.
"Perkiraan jadwal Pembelian Kembali Saham pada 20 Juli 2026 – 16 Juli 2027," jelas manajemen ASII dalam keterbukaan informasi, Rabu (10/6/2026).
Perseroan menegaskan pelaksanaan buyback tidak diperkirakan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan tidak mengalami penurunan akibat aksi korporasi tersebut.
Presiden Direktur ASII, Rudy mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi alokasi modal perseroan di tengah reposisi fokus bisnis grup Astra.
“Astra berencana mengalokasikan sekitar Rp8 triliun untuk program pembelian kembali saham selama 12 bulan,” ujar Rudy dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).