Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia layanan perjalanan religi PT Arsy Buana Travelindo Tbk. (HAJJ) menyatakan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas pada awal 2026 belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan.
Direktur Utama Arsy Buana Travelindo Saipul Bahri mengatakan perseroan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah mengingat kawasan tersebut merupakan tujuan utama perjalanan ibadah umrah dan haji.
"Perseroan telah mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah dalam setiap layanan yang kami berikan. Sejauh ini, dampak dinamika geopolitik tersebut terhadap kinerja perseroan relatif minim," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).
Optimisme tersebut tercermin dari kinerja operasional yang masih terjaga pada awal tahun. Sepanjang kuartal I/2026, HAJJ membukukan pendapatan sebesar Rp287,64 miliar, turun 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski pendapatan mengalami penurunan, perseroan mampu meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi operasional. Laba kotor melonjak 55% menjadi Rp63,80 miliar, sementara marjin laba kotor meningkat dari 12,62% menjadi 22,18%.
Pada periode yang sama, EBITDA tercatat sebesar Rp34,83 miliar dan laba bersih mencapai Rp22,09 miliar.
Direktur HAJJ Agung Prabowo mengatakan pencapaian tersebut didorong oleh strategi adaptif yang dijalankan perseroan, terutama melalui penguatan bisnis inti.
"Kami terus mengembangkan jaringan hotel, memperluas kerja sama dengan mitra, serta berfokus pada penyediaan layanan bernilai tambah bagi jamaah. Strategi ini terbukti mampu menjaga pertumbuhan meski di tengah tantangan global," katanya.
Sebelumnya, sepanjang 2025 HAJJ membukukan pendapatan sebesar Rp944,96 miliar atau tumbuh 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar berasal dari segmen hotel dengan pendapatan Rp852,62 miliar atau sekitar 90% dari total pendapatan, meningkat dari Rp749,95 miliar pada 2024. Penguatan bisnis tersebut turut mendorong laba kotor melonjak 198% menjadi Rp90,76 miliar.
Adapun laba bersih perseroan pada 2025 mencapai Rp6,04 miliar.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (25/6/2026), pemegang saham menyetujui seluruh laba bersih tahun buku 2025 untuk dibukukan sebagai laba ditahan. Keputusan tersebut diambil guna memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha dan penguatan operasional pada tahun berjalan.
Selain menyetujui penggunaan laba, RUPST juga mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025 yang memperoleh opini wajar dari auditor independen, menunjuk auditor eksternal untuk tahun buku 2026, menetapkan remunerasi direksi dan komisaris, serta menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil konversi Waran Seri I.
Manajemen optimistis prospek bisnis perjalanan religi tetap terjaga seiring strategi ekspansi yang dijalankan dan penguatan layanan kepada jamaah, meskipun ketidakpastian geopolitik global masih membayangi.