Bisnis.com, JAKARTA - Amazon, bersama guru dan siswa dari 21 Sekolah Menengah Atas di Jawa Barat, Indonesia, memecahkan GUINNESS WORLD RECORDS® untuk “Most Applications Made in An On-site Generative AI (Gen AI) Event” karena menghasilkan lebih dari 10.821 aplikasi unik Gen AI.
Aplikasi itu dikembangkan oleh lebih dari 2.600 siswa dan guru.
Para siswa mengembangkan aplikasi berbasis AI di berbagai bidang seperti project management assistant, pemantau jejak karbon personal, dan lain-lain.
Saat upaya pemecahan rekor berlangsung, para siswa SMA membawa konsep ide aplikasi Gen AI yang sudah mereka kembangkan sebelumnya, seperti prompts dan widgets yang diperlukan untuk menciptakan aplikasi baru.
Sementara, para guru dan relawan mewujudkan ide tersebut menjadi aplikasi dengan menggunakan PartyRock, sebuah platform Amazon Bedrock.
Aplikasi yang dikembangkan juga disesuaikan dengan standar verifikasi GUINNESS WORLD RECORDS yang ketat, termasuk memastikan bahwa semua aplikasi benar-benar berfungsi, berbeda dari aplikasi lainnya dan disahkan oleh juri GUINNESS WORLD RECORDS.
Amazon mendorong para siswa dan guru untuk menciptakan aplikasi berbasis AI dengan kemampuan coding yang minim.
Juri GUINNESS WORLD RECORDS Aynee Toorabally menyatakan, keberhasilan para siswa dan guru di Jawa Barat dalam memecahkan rekor hari ini sebagai cara memberdayakan talenta muda Indonesia melalui teknologi dan pelatihan yang menyiapkan mereka untuk masa depan.
"Pencapaian ini adalah kontribusi nyata bagi kemajuan sektor teknologi Indonesia di masa depan dan kami ucapkan selamat kepada semua pihak atas keberhasilan ini.” ujarnya.
Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang Hj. Diah Gustanti, S.T., M.T., mengatakan, “Kami telah bekerja sama dengan Amazon untuk memperkenalkan teknologi seperti generative AI kepada para siswa dan memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keahlian mereka di bidang teknologi dalam lingkungan yang aman. Kami bangga dapat menjadi bagian dari rekor dunia GUINNESS untuk aplikasi generative AI, yang menunjukkan kemajuan luar biasa para siswa dan pengajar setelah mendapatkan pelatihan. Ini adalah sebuah tonggak sejarah, dan kami akan terus membekali generasi masa depan dengan kemampuan dan peralatan yang tepat agar dapat mereka memanfaatkan teknologi secara optimal."
Vice President and General Manager, Asia Pacific & Japan, AWS, Jaime Vallés menyatakan, masa depan inovasi dan pertumbuhan di wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ) terletak pada upaya demokratisasi akses terhadap teknologi transformatif.
"Pencapaian ini menunjukkan apa yang dapat diraih ketika kita sebagai satu komunitas berpikir besar (Think Big), mengadopsi budaya Day 1, dan memanfaatkan teknologi Cloud serta Gen AI secara bersama-sama." ujarnya.
“Hari ini, para siswa Jawa Barat telah meraih pencapaian yang luar biasa. Mereka mencetak sejarah dengan memecahkan GUINNESS WORLD RECORDS. Dengan mengembangkan ribuan aplikasi AI hanya dalam satu hari, para inovator muda ini telah menunjukkan bahwa Indonesia telah siap untuk menyambut masa depan digital," ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Agus Harimurti Yudhoyono dilansir dari laman kemenkoinfra.go.id.