Bisnis.com, MEDAN - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) buka suara soal antrean pembeli bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di sejumlah SPBU di Medan sejak Jumat (28/11/2025), pascabanjir mengepung Medan dan sekitarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU lantaran tertundanya proses sandar dua kapal pengangkut BBM sejak Minggu (23/11/2025) akibat cuaca ekstrem di perairan di Belawan.
"Kondisi gelombang tinggi dan angin kencang di area Single Point Mooring Belawan menyebabkan dua kapal yang membawa pasokan Pertalite dan Biosolar belum dapat sandar di hari Minggu kemarin," kata Fahrougi, Sabtu (29/11/2025).
Fahrougi menjelaskan sejatinya posisi kapal saat itu sudah berada di titik siap sandar. Namun, proses tak dapat dilakukan mengingat aspek keselamatan operasional menjadi prioritas utama ketika cuaca berada pada kategori tidak aman.
Dari informasi yang dihimpun Bisnis, sejumlah SPBU termasuk SPBU besar seperti yang ada di Jalan HM Yamin Medan Kecamatan Medan Perjuangan kehabisan stok BBM sejak Kamis (27/11/2025) malam, seiring banjir yang mengepung Medan hari itu.
Antrean BBM di sejumlah SPBU di Medan masih berlanjut bahkan semakin panjang pada Sabtu (29/11/2025) siang.
Salah seorang pengendara mobil yang ditemui di SPBU Jalan Gajah Mada Medan mengatakan, bahan bakar kendaraannya sudah hampir habis. Namun, stok bensin di beberapa SPBU yang telah dia datangi habis.
"Kami mau jemput anak di Bandara Kualanamu. Untuk pergi ke sana masih cukup bensinnya, tapi tidak untuk perjalanan pulang," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (29/11/2025).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi menyebut, saat ini pihaknya terus melakukan percepatan mitigasi agar distribusi BBM tetap terjaga seiring membaiknya kondisi cuaca dan surutnya banjir di sejumlah daerah.
Dia mengatakan, alih suplai Pertalite dan Biosolar dari IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai juga telah dilakukan untuk percepatan. Begitupun dengan penerapan prioritas penyaluran untuk menjaga ketersediaan di SPBU yang memasuki kategori stok kritis.
"Dengan membaiknya kondisi cuaca, proses pemulihan mulai berjalan dan kami fokus mempercepat normalisasi penyaluran. Tim kami bergerak menyesuaikan pola suplai, melakukan alih suplai antarterminal, dan mengoptimalkan armada untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Berdasarkan laporan operasional Pertamina Patra Niaga Sumbagut hingga 27 November 2025 pukul 21.00 WIB, sebanyak 23 dari 406 SPBU di Sumatra Utara terdampak bencana.
Stok BBM di lembaga penyalur tercatat 4.489 kl gasoline dan 1.910 kl gasoil. Pada penyaluran LPG, 15 agen dan 5 SPBE juga terdampak terutama karena kerusakan akses jalur logistik di beberapa titik, termasuk rute Pangkalan Susu – Brandan.