Bisnis.com, JAKARTA - Penyanyi Andien menghadirkan pendekatan berbeda dalam penggarapan album kesembilannya, Sehidup Semusik. Jika pada karya-karya sebelumnya dia lebih banyak mempercayakan sejumlah aspek kepada tim, kini Andien terlibat lebih jauh dalam berbagai proses kreatifnya.
Keterlibatan yang lebih besar itu membuat Sehidup Semusik menjadi salah satu proyek musik yang diakuinya paling personal sejauh ini.
Mulai dari pengembangan konsep, penentuan arah musikal, hingga penyampaian cerita di setiap lagu, Andien memastikan setiap elemen dalam album ini merepresentasikan perjalanan hidup, pemikiran, dan pengalaman yang ia jalani selama beberapa tahun terakhir.
"Album ini memang album yang, kalau bisa dibilang, mungkin keluarnya dari hati dan jiwa paling dalam. Kenapa? karena bisa dibilang keterlibatanku yang paling besar dari semua album yang aku punya adalah bikin album ini," katanya dalam Album Listening Session di Jakarta, Kamis, (25/6/2026).
Keterlibatan kreatif Andien Aisyah yang lebih besar dalam penggarapan Sehidup Semusik ternyata berangkat dari konsp yang ia usung sejak awal. Andien menyebut album teranyarnya ini diperlakukan layaknya sebuah mixtape, sehingga dirinya merasa perlu terlibat lebih dalam untuk memastikan setiap elemen tersusun sesuai dengan cerita yang ingin disampaikan.
Secara umum, mixtape merupakan kumpulan lagu atau trek audio yang dirangkai menjadi satu kesatuan dengan alur dan benang merah tertentu. Format ini sempat populer dan berkembang pesat pada era 1980-an hingga 1990-an.
Pada masanya, mixtape memiliki fungsi yang beragam. Bagi para musisi, format ini menjadi sarana untuk merilis karya, menunjukkan kemampuan artistik, sekaligus membangun basis pendengar secara mandiri.
Sementara bagi masyarakat luas, mixtape sering digunakan sebagai bentuk ekspresi personal, yakni dengan mengumpulkan lagu-lagu pilihan yang dianggap mampu mewakili perasaan, kenangan, atau cerita tertentu, yang bisa menjadi semacam kado untuk diberikan kepada seseorang.
"Ya, karena ini mixtape, sudah pasti kita egois. Seakan-akan kita masukkin yang paling kita suka, yang paling pengen didengar terus-menerus. Jadi, ini adalah pilihan-pilihan terbaik," imbuhnya.
Dalam prosesnya, untuk mewujudkan beragam ide musikal di album ini, Andien juga menggandeng sembilan produser dalam penggarapan 13 lagu yang terdapat di album ini. Mereka adalah Laleilmanino, Dipha Barus, Ali Akbar Sugiri, Clara Riva, Nikita Dompas, Lafa Pratomo, Iqbal Siregar, Kevin Queency, serta Abenk Alter.
Menurut Andien, Sehidup Semusik menjadi album dengan jajaran produser paling banyak dan paling beragam sepanjang kariernya. Keberagaman tersebut sengaja dihadirkan untuk membantu menerjemahkan berbagai warna musik yang ia bayangkan.
Sebab, dirinya merasa setiap produser memiliki karakter dan pendekatan berbeda, sehingga kolaborasi dengan banyak kepala menjadi cara terbaik untuk mewujudkan seluruh konsep dan ide yang telah ia rancang sejak awal.
"Waktu itu aku dengar Madonna bikin album produsernya beda semua tiap lagu dan aku baru tercerahkan bahwa ternyata bisa ya," jelasnya.
Andien mengaku banyak gagasan, keinginan, hingga isi hati yang selama ini ada dalam pikirannya kini telah tercermin secara langsung dalam karya tersebut. Dia berharap karya ini nantinya bisa diterima dengan baik oleh pencinta musik di seluruh Indonesia.
Sehidup Semusik mulai dapat dinikmati publik pada Jumat (26/6/2026). Album kesembilan Andien ini berisi 13 lagu yang dirancang sebagai satu kesatuan cerita, termasuk single Naksir yang sebelumnya telah lebih dulu diperkenalkan kepada pendengar.