Bisnis.com, JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) berencana memperluas propertinya dan membangun depo MRT di lahan seluas 65 hektare. Adapun, lahan baru ini merupakan hasil reklamasi.
Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Winarto menerangkan bahwa keputusan untuk mengembangkan bisnis properti didasarkan pada prospek bisnis yang kuat pada beberapa tahun ke depan. Dibandingkan bisnis pariwisata, Ancol berharap lini bisnis properti bakal menjadi sumber pemasukan utama bagi perseroan di tahun mendatang.
“Reklamasi 65 hektare, sebagian besar akan dipakai untuk pengembangan properti. Kami mengantisipasi properti ini masih punya prospek yang bagus ke depan dan sejauh ini, pertumbuhan Ancol khususnya didorongoleh bisnis properti,” katanya dalam paparan publik, Rabu (3/12/2025).
Dari 65 hektare lahan baru hasil reklamasi pada tahun mendatang, sebesar 20 hektare juga akan dialokasikan bagi pembangunan depo MRT oleh Pemprov DKI Jakarta. Dengan kata lain, 45 hektare akan digunakan oleh Ancol untuk pengembangan bisnis perseroan pada segmen properti.
Winarto menegaskan, dengan kembali fokusnya Ancol pada lini bisnis properti, manajemen berharap akselerasi pendapatan perseroan akan menjadi lebih cepat ke depannya.
Bahkan pada 2025, Ancol telah menyiapkan pembangunan properti baru. Winarto menerangkan, terjadi pergeseran minat masyarakat terhadap properti yang luas, menjadi properti yang relatif lebih kecil tetapi mengutamakan kenyamanan. Namun, Winarto tidak menerangkan lebih lanjut ihwal rencana ini.
“Dengan kami masuk lagi ke dalam dunia properti, maka kami harapkan akselerasi darirevenuekami akan menjadi lebih besar, lebih cepat,” katanya.
Adapun sepanjang periode Januari–September 2025, Ancol sebetulnya membukukan pendapatan yang lebih besar pada segmen pariwisata. Melansir laporan keuangan, segmen ini membukukan pendapatan senilai Rp567,76 miliar per September 2025.
Sementara itu, segmen real estat mencatatkan pendapatan senilai Rp180,07 miliar dan segmen perdagangan dan jasa senilai Rp155,98 miliar. Hal itu mengindikasikan bahwa sepanjang periode berjalan 2025, pendapatan Ancol masih lebih banyak ditopang oleh lini bisnis pariwisata.
Nantinya, rencana reklamasi bakal mulai dijalankan pada kuartal I/2026. Saat ini, Ancol tengah melakukan seleksi terhadap calon investor yang bakal turut mendanai proyek ini. Terdapat 10 investor yang berencana masuk ke dalam proyek ini. Dari total investor, sebanyak 80% berasal dari investor asing.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.