Bisnis.com, JAKARTA – Emiten afiliasi Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) dikabarkan bersiap akan melakukan tujuh akuisisi blok minyak dan gas (migas) dalam tiga tahun ke depan.
Hal tersebut diketahui dari riset Analis Semuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dan Fadhlan Banny yang terbit pada 2 Desember 2025.
"Dalam diskusi terakhir kami dengan manajemen, disampaikan bahwa RATU telah menyiapkan tujuh rencana akuisisi dalam tiga tahun mendatang, dengan potensi nilai transaksi US$10 juta hingga US$150 juta per akuisisi," tulis riset tersebut, dikutip Jumat (5/12/2025).
Dengan kurs rupiah saat ini di Rp16.627 per dolar AS, nilai akuisisi per aset ditaksir mencapai Rp166,27 miliar hingga Rp2,49 triliun.
Dari ketujuh rencana akuisisi itu, dalam periode kuartal IV/2025 sampai semester I/2026 RATU menargetkan penyelesaian akuisisi untuk dua blok migas. Ditargetkan akuisisi kedua aset tersebut rampung di semester I/2026.
Dalam blueprint perseroan, RATU membagi rencana transformasi menjadi tiga fase. Pada fase awal, 1-3 tahun, RATU akan memprioritaskan ekspansi non-operating investment melalui akuisisi participating interest (PI) pada product sharing contract (PSC) atau kontrak kerja sama (KKS) berskala besar tanpa mengambil hak operasional aset.
Pada tahap ini, RATU akan berperan sebagai pemilik participating interest, memanfaatkan modal untuk mengamankan kepemilikan strategis di PSC besar sambil meminimalkan beban operasional.
Saat ini, ada dua portofolio blok migas yang RATU memegang hak partisipasinya, yaitu hak partisipasi sebesar 2,24% di Blok Cepu dan hak partisipasi sebesar 8% di Blok Jabung.
Berikutnya dalam jangka menengah, 3-5 tahun, setelah fase non-operating investment RATU akan bertransisi ke investasi operasional dengan mengakuisisi PI pada PSC berproduksi skala lebih kecil dan mulai mengelola serta mengoperasikan aset secara langsung.
Fase ketiga, dalam 6-10 tahun ke depan, RATU akan akan ekspansi melakukan investasi operasional ke PSC dengan skala produksi yang lebih besar.
"Prioritasnya adalah pada aset yang memiliki internal rate of return (IRR) lebih dari 10%, dan struktur pendanaan 80% utang dan 20% ekuitas," tulis riset tersebut.
Samuel Sekuritas menyematkan rekomendasibuy saham RATU dengan target harga Rp20.000. Pada perdagangan intraday hari ini, Jumat (5/12) pukul 15.03 WIB, saham RATU turun 1,06% ke Rp11.650.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Raharja Energi Cepu Tbk., Sumantri mengatakan saat ini pihaknya secara aktif mencari potensi-potensi aset yang bisa diakuisisi.
Saat ini, RATU dikabarkan tengah menjajaki beberapa akuisisi hak partisipasi blok migas yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, serta Blok migas Kasuri di Papua Barat.
"Tentang Blok Kasuri dan blok-blok lainnya, karena kami terikat dengan perjanjian kerahasiaan, saya tidak bisa menjawab secara spesifik blok mana yang berproses. Tetapi saya memang bisa memastikan kita sedang melihat aset yang potensial kita akuisisi," ujarnya dalam public expose daring, Rabu (26/11/2025).
Sumantri menjelaskan, rencana akuisisi hak partisipasi blok migas yang sedang berjalan saat ini ada yang melalui proses negosiasi langsung dengan owner dan melalui skema tender yang memang dibuka secara terbuka.
Tidak ingin memberikan informasi yang melebih-lebihkan, Sumantri hanya memastikan bahwa beberapa proses akuisisi saat ini yang menggunakan skema tender telah memasuki tahap akhir. Bila pengumuman tender bisa dilaksanakan dalam satu hingga dua pekan ini, RATU baru bisa membeberkannya ke publik.
"Jadi itu yang paling maju [progresnya], kita sudah mengikuti tender. Dan kemudian tender ini akan diumumkan dalam satu hingga dua minggu ini. Soal waktu ini terus bergerak, saya pada kesempatan sebelumnya mengatakan target kita akhir tahun ini, paling tidak kuartal pertama tahun depan, ada aset yang bisa kita akuisisi. Kita bekerja keras untuk itu," tandasnya.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.