Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang dewasa sebaiknya menargetkan hingga 4 kali lipat jumlah latihan aerobik yang direkomendasikan saat ini per minggu untuk kesehatan jantung yang optimal.
Para peneliti mengatakan bahwa orang dewasa harus melakukan latihan aerobik selama 560–610 menit per minggu untuk mencapai pengurangan risiko serangan jantung dan stroke yang signifikan.
Mereka mencatat bahwa orang dewasa yang kurang bugar mungkin perlu berolahraga lebih banyak untuk mencapai manfaat kardiovaskular yang sama. Hasil studi tersebut diterbitkan pada 19 Mei di British Journal of Sports Medicine.
American Heart Association (AHA) saat ini merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu latihan yang membuat Anda bernapas lebih keras dan meningkatkan detak jantung tetapi masih memungkinkan Anda untuk melakukan percakapan seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berlari.
Para penulis studi mengatakan bahwa saran latihan standar mungkin perlu diubah dan diganti dengan target yang dipersonalisasi sesuai dengan tingkat kebugaran individu.
“Pedoman [olahraga sedang] saat ini memberikan margin keamanan universal tetapi sederhana, sedangkan perlindungan kardiovaskular yang optimal mungkin memerlukan volume aktivitas yang jauh lebih tinggi,” tulis para peneliti dilansir dari healthline.
Para ahli mengatakan penelitian ini menegaskan kembali pentingnya olahraga teratur untuk kesehatan jantung, tetapi skeptis terhadap target mingguan yang tinggi.
“Studi ini memperkuat apa yang telah ditunjukkan oleh banyak penelitian sebelumnya: tingkat aktivitas fisik sedang hingga berat dan kebugaran kardiorespirasi yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit jantung,” kata Keith Diaz, PhD, seorang profesor kedokteran perilaku di Columbia University Medical Center di New York City, seorang ahli fisiologi olahraga bersertifikat, dan anggota sukarelawan Komite Sains Aktivitas Fisik AHA. Diaz tidak terlibat dalam penelitian ini.
Untuk mencapai temuan mereka, para peneliti di Universitas Politeknik Makau di Tiongkok menganalisis data dari lebih dari 17.000 peserta dalam studi UK Biobank dari tahun 2013 hingga 2015.
Usia rata-rata peserta adalah 57 tahun. Sekitar 96% berkulit putih, dan 56% adalah perempuan.
Para peneliti melaporkan bahwa selama periode tindak lanjut hampir 8 tahun, 1.233 kejadian kardiovaskular dilaporkan di antara para peserta. Ini termasuk 874 fibrilasi atrium, 156 infark miokard, 111 gagal jantung, dan 92 kejadian stroke.
Para peneliti menyatakan bahwa orang dewasa yang memenuhi pedoman olahraga 150 menit per minggu mengalami penurunan risiko kardiovaskular sebesar 8% hingga 9%.
Mereka menambahkan bahwa dibutuhkan 370 menit olahraga sedang hingga berat per minggu bagi mereka yang berada pada tingkat kebugaran terendah untuk mencapai penurunan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 20%.
Mereka yang berada pada tingkat kebugaran tertinggi membutuhkan 340 menit per minggu untuk mencapai hasil yang sama.
Untuk mengurangi risiko kardiovaskular lebih dari 30%, peserta perlu melakukan olahraga sedang hingga berat selama 560 hingga 610 menit per minggu.
Para peneliti menyarankan bahwa rekomendasi olahraga 150 menit per minggu saat ini memberikan perlindungan bagi kesehatan jantung, tetapi volume aktivitas aerobik yang lebih tinggi memberikan manfaat yang lebih besar.