Bisnis.com, PADANG - Gubernur Sumatra Barat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk fokus terkait rencana pembangunan hilirisasi komoditas gambir karena daerah itu merupakan produksi terbesar gambir di Ranah Minang.
Dia menyampaikan rencana pembangunan hilirisasi komoditas gambir ini sejalan dengan visi nasional, dimana Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan komitmen untuk mendukung hadirnya hilirisasi komoditas gambir, sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi dari gambir tersebut.
“Salah satu fokus utama yang didorong adalah hilirisasi agroindustri, terutama komoditas gambir yang menjadi andalan Lima Puluh Kota. Kami dorong agar gambir tidak hanya dijual mentah, tapi diolah menjadi produk turunan seperti katekin yang punya nilai tambah lebih tinggi,” katanya, dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).
Mahyeldi menyebutkan mengingat rencana pembangunan hilirisasi komoditas gambir ini merupakan visi nasional, maka perlu untuk menyamakan langkah dan meningkatkan sinergitas dalam melakukan percepatan pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten, khususnya dalam menghadapi tantangan yang terus berulang setiap tahun.
Dikatakannya percepatan pembangunan tahun 2026 perlu dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Salah satu fokus utama yang didorong adalah hilirisasi agroindustri, terutama komoditas gambir yang menjadi andalan Lima Puluh Kota.
“Sebenarnya tidak hanya ke Pemkab Lima Puluh Kota saja yang perlu gerak cepat soal komoditas gambir ini, tapi Pemkab Pesisir Selatan yang juga merupakan penghasil gambir kedua di Sumbar, juga perlu untuk bersinergi dengan Lima Puluh Kota, agar rencana hilirisasi komoditas gambir ini bisa berjalan di tahun 2026 ini,” tegasnya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatra Barat mencatat tren ekspor gambir menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir dan hal ini dampak dari permintaan global membaik.
Kepala Disperindag Sumbar Novrial mengatakan melihat pada tahun 2023 yang berjumlah 11.865 ton dan pada 2024 ekspor gambir dari Sumbar mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar.
“Potensi ekspor gambir ini masih besar, karena Sumbar memasok sekitar 80% kebutuhan gambir dunia,. Kami juga mendorong mempercepat perluasan pasar dan penataan tata niaga gambir nasional,” katanya.
“Ekspor ini penting, agar kita tidak hanya bergantung pada pasar India yang saat ini menjadi tujuan utama ekspor gambir Indonesia,” sambungnya.