Bisnis.com, JAKARTA - Dalam langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Asosiasi Artificial Intelligence Buatan Indonesia (AAIBI) dan Korea AI·Software Industry Association (KOSA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 1 April 2026 di Seoul, Korea Selatan.
Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan platform kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan teknologi AI, termasuk eksplorasi berbagai peluang kerja sama strategis di masa depan.
Penandatanganan ini diwakili oleh Executive Chairman AAIBI, Kim Ho, dan Chairman KOSA, Joh Joon Hee, sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak dalam membangun kerangka kerja sama lintas negara di bidang AI dan industri perangkat lunak.
KOSA mewakili sektor AI dan software Korea Selatan berdasarkan regulasi nasional seperti Software Promotion Act dan AI Basic Act, sementara AAIBI hadir sebagai wadah pengembangan dan kolaborasi AI di Indonesia.
Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk membangun kerangka kerja sama strategis, mengeksplorasi potensi kolaborasi di bidang AI dan software, mendorong pertukaran pengetahuan, teknologi, dan peluang industri, langkah Awal Kolaborasi Global.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan di sektor teknologi, khususnya dalam pengembangan AI yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang investasi, inovasi, serta mempercepat transformasi digital di kedua negara.