Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) tidak hanya membidik pengguna ponsel pintar lewat perluasan jaringan 5G, tetapi juga menyasar berbagai sektor industri di Indonesia. Emiten telko dan digital itu menargetkan layanan jaringan seluler generasi kelima (5G) miliknya dapat menjangkau 88 kota hingga akhir 2026.
Saat ini jaringan 5G XLSMART telah tersedia di 33 kota di Tanah Air. Di Pulau Jawa, layanan 5G perseroan diklaim menjangkau area yang lebih luas dalam satu kota atau kabupaten dibandingkan pesaingnya.
Director and Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys menyampaikan jika target 88 kota tercapai, jaringan 5G perseroan diperkirakan akan menjangkau sekitar 50% populasi Indonesia.
Lebih lanjut, seiring dengan penambahan cakupan jumlah base transceiver station (BTS) atau perangkat pemancar sinyal 5G yang dioperasikan juga akan meningkat.
“Jumlah base transceiver station tentu akan bertambah juga,” kata Merza di Kantor XLSMART, Jumat (13/3/2026).
Sekadar informasi, pada 2025 XLSMART mengoperasikan 4.864 BTS 5G untuk melayani 33 kota. Dengan tambahan kota hampir tiga kali lipat, Jumlah BTS 5G XLSMART berpotensi meningkat dua kali lipat sehingga ditaksir menjadi 9.000-10.000 BTS hingga akhir 2026.
Merza menegaskan, pengembangan 5G XLSMART tidak hanya untuk kebutuhan komunikasi melalui ponsel.
Kehadiran 5G juga berpotensi mendorong pemanfaatan teknologi di berbagai sektor, seperti industri dan agribisnis, yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pendapatan masyarakat.
Merza melanjutkan, cakupan jaringan 5G XLSMART di kota yang sudah terlayani kini mendekati pemerataan seperti jaringan 4G. Hal ini dimungkinkan karena seluruh infrastruktur BTS 4G di kota-kota tersebut telah dilengkapi teknologi 5G.
“Jadi 5G-nya full, bukan cuma di tengah kota, tapi benar-benar di seluruh kota, di pinggiran, di gang, di jalan raya, dan di mana-mana,” ujar Merza.
Menurut Merza, jaringan 5G XLSMART menggunakan spektrum tersendiri (standalone spectrum) sehingga tidak berbagi dengan jaringan 4G. Perseroan mengklaim menjadi satu-satunya operator seluler yang telah menerapkan model tersebut.
Efisiensi pemanfaatan spektrum itu menjadi salah satu keuntungan setelah proses penggabungan (merger) XL Axiata dan Smartfren Telecom menjadi XLSMART. Dampaknya, perusahaan dapat mengatur penggunaan spektrum untuk 4G dan 5G secara lebih optimal.
Dia berharap perluasan jaringan 5G oleh XLSMART dapat membantu meningkatkan kualitas infrastruktur digital dan kecepatan internet di Indonesia yang selama ini dinilai masih tertinggal dibanding sejumlah negara lain.
Adapun saat ini jumlah pengguna layanan 5G XLSMART sekitar dua juta pelanggan. Pertumbuhan adopsi jaringan 5G masih sangat bergantung pada ketersediaan dan keterjangkauan perangkat smartphone yang mendukung layanan tersebut.
“Kita harapkan, mudah-mudahan handphone 5G makin hari makin murah dan makin banyak, sehingga makin banyak orang bisa memilih jaringan 5G,” pungkas Merza.