Kemenbud Soroti Jarak Tayang Film Bioskop-OTT yang Makin Dekat
Kemenbud kaji aturan jeda tayang film bioskop ke OTT yang makin singkat, untuk jaga ekonomi industri film. Target jeda minimal 6 bulan.
(Bisnis.Com) 11/01/26 16:11 99810
Bisnis.com, JAKARTA - Makin singkatnya jarak waktu penayangan film dari bioskop ke platform OTT (Over-The-Top) dianggap memunculkan kekhawatiran baru di industri perfilman. Kementerian Kebudayaan tengah mengkaji aturan main terkait hal tersebut.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, mengatakan bahwa industri film Indonesia tengah berada di fase yang apik. Angka penonton sebesar 80,27 juta menjadi bukti bahwa perfilman Indonesia terus menunjukkan performa positif.
Walaupun sempat mengalami penurunan pada pertengahan tahun, berbagai dorongan dan strategi berhasil mengembalikan momentum hingga akhir 2025 lalu. Kehadiran film-film blockbuster, seperti Agak Laen Menyala Pantiku, katanya, turut mendorong lonjakan jumlah penonton, hingga akhirnya pada tutup tahun berhasil mempertahankan angka 80 juta penonton.
Namun, kata Mahendra, meskipun secara keseluruhan jumlah penonton tergolong baik, capaian box office pada 2025 menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya. Film-film yang berhasil menembus box office hanya sekitar 12 judul, sedangkan pada 2024 jumlahnya lebih tinggi, mencapai sekitar 20-an.
"Itu menjadi catatan kami, tetapi kami tetap optimis," katanya.
Menurutnya, hal utama yang perlu diperhatikan ke depan adalah menjaga keberlangsungan ekonomi industri film melalui bioskop. Oleh sebab itu, kebiasaan orang menonton di bioskop harus tetap dipelihara.
Namun, seiring kemajuan teknologi, pola distribusi film kini makin beragam, termasuk melalui OTT. Dalam praktiknya, film yang hadir di OTT tidak hanya berasal dari produksi orisinal mereka, tetapi juga dari judul-judul yang sebelumnya diputar di bioskop.
Kemenbud saat ini sedang mengkaji ulang sejumlah kebijakan, termasuk soal penetapan jeda rilis film dari bioskop ke platform OTT. Saat ini, jeda jarak tayang rata-rata sekitar empat bulan, bahkan ada beberapa film yang hanya berselang tiga bulan atau lebih singkat lagi.
"Tapi, ke depan minimal bisa enam bulan, itu yang sedang kita coba atur," imbuhnya.
Namun, pada dasarnya pihaknya tetap optimistis untuk mempertahankan industri dengan penguatan ekosistem di dalamnya, meskipun masih ada sejumlah catatan dan skema yang perlu diperbaiki.
#film-bioskop #platform-ott #industri-perfilman #kementerian-kebudayaan #ahmad-mahendra #film-indonesia #penonton-film #box-office-2025 #distribusi-film #jeda-rilis-film #bioskop-ke-ott #kebijakan-film