Peti Kemas TPK Semarang Tembus 1 Juta TEUs, Kapasitas dan Digitalisasi Diperkuat

Peti Kemas TPK Semarang Tembus 1 Juta TEUs, Kapasitas dan Digitalisasi Diperkuat

TPK Semarang capai 1 juta TEUs pada 2025, didorong transformasi operasional. Tahun 2026, kapasitas dan digitalisasi diperkuat untuk efisiensi.

(Bisnis.Com) 09/01/26 21:32 98857

Bisnis.com, SEMARANG - Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang mencatat arus bongkar muat 1 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs) per 25 Desember 2025 lalu. Capaian itu sejalan dengan arus peti kemas yang tumbuh di kisaran 15% sepanjang 2025. Kinerja tersebut didorong oleh transformasi operasional yang dijalankan sejak awal tahun lalu.

Terminal Head TPK Semarang I Nyoman Sutrisna menyebut penguatan perencanaan, pengendalian operasi, serta optimalisasi fasilitas menjadi faktor utama peningkatan kinerja terminal. "Ini adalah hasil dari transformasi operasional yang kami jalankan sejak awal 2025, penguatan perencanaan dan pengendalian operasi, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas dan peralatan terminal. Di tengah berbagai tantangan eksternal, kami bersyukur TPK Semarang mampu mencatatkan kinerja yang terus bertumbuh,” ujar Sutrisna, dikutip Jumat (9/1/2026).

Seiring meningkatnya arus lalu lintas barang, TPK Semarang menyiapkan sejumlah langkah penguatan kapasitas dan efisiensi operasional. Pada 2026, perbaikan infrastruktur akan dilakukan melalui peninggian area dermaga dan container yard. Selain itu, terminal juga akan menambah 27 unit head truck serta 4 unit quay container crane (QCC).

"Selain itu, pada tahun 2026 sebanyak 3 unit RTG akan diselesaikan proses elektrifikasinya hingga 100%. Penguatan sistem teknologi informasi terintegrasi dan peningkatan kompetensi SDM juga akan terus dilakukan sejalan dengan transformasi terminal berbasis Planning & Control," jelas Sutrisna dalam siaran pers.

Di sisi lain, Sutrisna mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi TPK Semarang, mulai dari fluktuasi volume pengiriman pada periode tertentu, tingkat kepatuhan pengguna jasa terhadap sistem operasional, hingga faktor eksternal seperti cuaca, rob, dan penurunan tanah di beberapa area.

“Kami berharap TPK Semarang dapat terus tumbuh menjadi terminal petikemas yang andalan, efisien, dan berdaya saing, seiring dengan pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan dukungan berkelanjutan, TPK Semarang diharapkan mampu berkontribusi optimal terhadap kelancaran logistik nasional,” tegas Sutrisna.

Apresiasi atas capaian tersebut disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah Ade Siti Muksodah. Menurut Ade, peran TPK Semarang sebagai terminal feeder telah memberikan dampak positif bagi eksportir di Jawa Tengah.

"Hal ini memberi dampak positif juga kepada investor, khususnya bidang industri dan manufaktur untuk bisa mengembangkan industrinya di Jawa Tengah," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (9/1/2026).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah tumbuh dobel digit sepanjang Januari–November 2025. Nilai ekspor kumulatif tercatat sebesar US$ 11.228,65 juta atau meningkat 12,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c).

"[Ekspor ke] Amerika Serikat mencatat peningkatan yang cukup impresif sebesar US$1,16 miliar," ungkap Ketua Tim Harga dan Distribusi BPS Provinsi Jawa Tengah Wisnu Nurdiyanto pada awal pekan ini.

#tpk-semarang #peti-kemas #terminal-peti-kemas #arus-bongkar-muat #kapasitas-tpk-semarang #digitalisasi-tpk-semarang #peningkatan-infrastruktur #container-yard #quay-container-crane #sistem-teknologi-i

https://semarang.bisnis.com/read/20260109/536/1943105/peti-kemas-tpk-semarang-tembus-1-juta-teus-kapasitas-dan-digitalisasi-diperkuat