Kasus Superflu Ditemukan di Jatim, Khofifah Sebut Penanganannya Dapat Dikendalikan

Kasus Superflu Ditemukan di Jatim, Khofifah Sebut Penanganannya Dapat Dikendalikan

Kasus superflu di Jatim terkendali, Khofifah imbau masyarakat tetap waspada dan terapkan PHBS. Pemantauan dan vaksinasi terus dilakukan untuk pencegahan.

(Bisnis.Com) 07/01/26 17:11 96346

Bisnis.com, SURABAYA – Kasus virus influenza A (H3N2) atau superflu secara global menunjukkan tren peningkatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hingga akhir Desember 2025 tercatat total 62 kasus superflu di delapan provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Menanggapi situasi itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa temuan virus influenza A (H3N2) subclade K di wilayah kerjanya hingga akhir 2025 masih dalam status terkendali.

Hasil surveilans dan pemeriksaan laboratorium rujukan Kementerian Kesehatan menunjukkan, situasi superflu di tanah air, khususnya Jawa Timur masih terkendali serta tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibanding varian influenza lainnya.

“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan," beber Khofifah, Rabu (7/1/2026).

Khofifah menyebut bahwa kemunculan varian tersebut adalah hal yang wajar dalam perkembangan virus influenza dan secara terus-menerus senantiasa dipantau oleh para ahli melalui pemantauan ilmiah

"Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," sebutnya.

Meskipun terkendali, Khofifah menjelaskan, rangkaian pengamatan (surveilans) virus terus dilakukan. Salah satunya lewat site sentinel Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang.

ILI didefinisikan sebagai penderita dengan demam kurang lebih 38 derajat celcius yang disertai batuk dan gejala timbul kurang dari sepuluh hari, sedangkan SARI merupakan sindrom pernapasan akut berat.

Hasil pengamatan juga secara rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, untuk kemudian diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta guna dilakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini mengatakan, kasus tersebut banyak ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.

"Seluruh temuan ini menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat kewaspadaan dini, terutama melalui pemantauan kasus ISPA di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Soal penemuan tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari pemantauan rutin surveilans ILI-SARI, koordinasi intensif dengan Kemenkes dan BBLKM Surabaya.

Lebih lanjut, Pemprov Jatim juga secara rutin memantau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mingguan serta pelaporan hasil pemeriksaan spesimen melalui aplikasi NAR sebagai bagian dari upaya deteksi dini berbasis data.

Khofifah menerangkan, edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui penerapan etika batuk dan PHBS. Selain itu, pemberian vaksin influenza juga dimasifkan pelaksanaannya, utamanya bagi kelompok berisiko seperti balita dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.

"Meskipun di Jawa Timur terkendali, saya mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan etika batuk dan perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan masker, terutama di kerumunan dan ruang tertutup, sangat dianjurkan," pungkasnya.

#superflu-jatim #kasus-superflu #influenza-a-h3n2 #virus-superflu #superflu-terkendali #khofifah-superflu #surveilans-superflu #ili-sari-jatim #superflu-jawa-timur #vaksin-influenza-jatim #etika-batuk

https://surabaya.bisnis.com/read/20260107/531/1942391/kasus-superflu-ditemukan-di-jatim-khofifah-sebut-penanganannya-dapat-dikendalikan