Harga CPO Memanas, Pasar Cermati Penurunan Produksi di Malaysia

Harga CPO Memanas, Pasar Cermati Penurunan Produksi di Malaysia

Harga CPO naik karena optimisme pemulihan pengapalan Malaysia meski produksi turun. Namun, stok tinggi dan potensi panen kedelai Brasil membatasi kenaikan.

(Bisnis.Com) 07/01/26 15:43 96250

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) memanas seiring dengan optimisme investor terhadap pemulihan pengapalan dari Malaysia saat produksi tertekan. Namun demikian, lonjakan pasokan di negara produsen CPO terbesar kedua di dunia membatasi laju kenaikan harga.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak sawit kontrak pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives naik hingga 0,9% menjadi 4.024 ringgit per ton. Pada jeda tengah hari tadi, harga CPO menguat 0,4% menjadi 4.004 ringgit per ton atau penurunan 1,1% sejak awal tahun (year-to-date/ytd).

Sementara itu, harga minyak kedelai kontrak pengiriman Mei naik 0,4% menjadi 7.942 yuan per ton di Dalian Commodity Exchange.

Adapun, kenaikan harga CPO ini seiring dengan harapan investor akan pemulihan pengapalan dari Malaysia serta penurunan produksi lebih lanjut. Menurut Paramalingam Supramaniam, Direktur di perusahaan pialang Pelindung Bestari Sdn yang berbasis di Selangor, terdapat optimisme di pasar setelah lonjakan ekspor Malaysia pada awal Januari bersamaan dengan ekspektasi bahwa produksi akan mengalami penurunan besar bulan ini.

"[Namun demikian], kita belum sepenuhnya keluar dari tekanan, dengan persediaan yang hanya sedikit di bawah 3 juta ton dan pasokan yang masih tersimpan di tangki sambil menunggu pengiriman,” ujarnya, seperti dikutip Bloomberg pada Rabu (7/1/2025).

Dia menambahkan bahwa ringgit juga diperkirakan menguat pada pertengahan tahun. Sementara itu, Brasil berpotensi mengalami panen kedelai yang melimpah. Kedua faktor tersebut biasanya bersifat negatif (bearish) bagi prospek permintaan minyak sawit.

Dilihat dari survei dari perusahaan pemeriksa kargo Intertek Testing Services, ekspor CPO Malaysia melonjak 31% pada periode 1–5 Januari dibandingkan periode yang sama sebulan sebelumnya

Sementara itu, persediaan nasional kemungkinan meningkat untuk bulan ke-10 berturut-turut pada Desember, mencapai puncak tertinggi dalam tujuh tahun sebesar 2,99 juta ton.

“Secara keseluruhan, sulit bagi minyak sawit untuk mengalami pemulihan yang signifikan pada tahap ini karena permintaan masih lesu,” kata Paramalingam.

#cpo-malaysia #harga-cpo #produksi-cpo #minyak-kelapa-sawit #pasar-cpo #ekspor-cpo-malaysia #harga-minyak-sawit #pengapalan-malaysia #produksi-minyak-sawit #ringgit-malaysia #pasar-minyak-sawit #persed

https://market.bisnis.com/read/20260107/94/1942394/harga-cpo-memanas-pasar-cermati-penurunan-produksi-di-malaysia