Inflasi Jawa Barat Sepanjang 2025 Tercatat 2,63%

Inflasi Jawa Barat Sepanjang 2025 Tercatat 2,63%

Inflasi Jawa Barat 2025 mencapai 2,63%, sesuai target pemerintah. Inflasi tertinggi di Subang, sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memimpin inflasi bulanan.

(Bisnis.Com) 05/01/26 14:30 93707

Bisnis.com, BANDUNG — Inflasi Jawa Barat (Jabar) sepanjang 2025 mencapai 2,63%. Angka ini berada dalam kisaran target inflasi pemerintah sebesar 2,5% plus-minus 1%.

Plt Kepala BPS Darwis Sitorus mengatakan pada Desember 2025 secara month to month Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,43%.

Darwis menjelaskan pada Desember 2025 dari pantauan seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat mengalami inflasi.

"Kabupaten Subang mengalami inflasi tertinggi secara bulanan sebesar 0,69%, diikuti Kota Bandung sebesar 0,51%, Kota Bogor sebesar 0,46%, dan Kabupaten Bandung sebesar 0,44%," kata Darwis Sitorus dalam rilis berita resmi statistik di Kantor BPS Provinsi Jawa Barat, Senin, (5/1/2026).

Sedangkan yang di bawah angka inflasi Jawa Barat secara month to month yaitu Kota Cirebon sebesar 0,42%, Kota Tasikmalaya sebesar 0,40%, Kota Bekasi sebesar 0,39%, Kota Depok dan Kota Sukabumi masing-masing sebesar 0,37% dan Kabupaten Majalengka sebesar 0,29%.

Dia menuturkan, menurut kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi secara bulanan adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,17% dengan andil inflasi mencapai 0,07%.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau walaupun berada di peringkat kedua secara besaran inflasi yaitu sebesar 0,97%, namun justru memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,31%.

"Kelompok transportasi juga mengalami inflasi signifikan sebesar 0,36% dengan andil inflasi sebesar 0,04%," tuturnya.

Sementara itu, pada Desember 2025 komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi yaitu cabai rawit sebesar 0,15%, daging ayam ras sebesar 0,08%, emas perhiasan sebesar 0,07%, bensin sebesar 0,04% dan telur ayam ras sebesar 0,03%.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil deflasi tertinggi yaitu cabai merah sebesar 0,05%, dan jengkol sebesar 0,01%.

"Meningkatnya permintaan daging ayam ras dan telur ayam ras khususnya karena MBG (Makan Bergizi Gratis) masih menjadi penyebab naiknya harga komoditas ini. Selain itu inflasi Desember juga masih didorong kenaikan harga emas internasional dan juga ada kenaikan bensin," ujar Darwis.

Secara tahunan, kata dia, inflasi Jawa Barat cukup menggembirakan dengan terpenuhinya target inflasi yang ditargetkan pemerintah. Inflasi Jawa Barat 2025 sebesar 2,63 persen secara year to date dan year on year.

Berdasarkan kabupaten/kota pantauan inflasi di Jawa Barat yang berada di atas angka inflasi Jawa Barat secara year to date dan year on year yaitu Kota Sukabumi sebesar 3,14%, Kota Bekasi sebesar 3,02%, Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon masing-masing sebesar 2,86%, Kota Bogor sebesar 2,85%, Kota Bandung sebesar 2,69%, dan Kota Tasikmalaya sebesar 2,67%.

Sedangkan yang berada di bawah angka Jawa Barat yaitu Kota Depok sebesar 2,51%, Kabupaten Bandung sebesar 2,13% dan Kabupaten Subang sebesar 2,11%.

Adapun berdasarkan kelompok pengeluaran di Jawa Barat secara year on year yang mengalami inflasi tertinggi yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 15,91% dengan andil inflasi sebesar 0,88%. Diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,74% dengan andil inflasi sebesar 1,15%.

Kelompok pengeluaran lainnya kelompok pakaian dan alas kaki inflasi sebesar 0,96%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,16%, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,36% dan kelompok kesehatan sebesar 1,05%.

Selain itu kelompok transportasi inflasi sebesar 0,95%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,79%, kelompok pendidikan sebesar 1,42%, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,08%.

Sedangkan satu-satunya yang mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,19%.

"Untuk komoditas secara tahunan yang memberikan andil inflasi tertinggi adalah emas perhiasan sebesar 0,82%, cabai rawit sebesar 0,15%, daging ayam ras sebesar 0,15%, dan cabai merah sebesar 0,11%. Sedangkan yang memberikan andil deflasi tertinggi adalah bawang putih sebesar 0,04%, tomat sebesar 0,03% dan tarif kereta api sebesar 0,01%,” rinci Darwis.

#inflasi-jawa-barat #inflasi-2025 #inflasi-bulanan #inflasi-tahunan #inflasi-kota-bandung #inflasi-kota-bogor #inflasi-kota-bekasi #inflasi-kota-depok #inflasi-kota-cirebon #inflasi-kota-tasikmalaya #i

https://bandung.bisnis.com/read/20260105/550/1941667/inflasi-jawa-barat-sepanjang-2025-tercatat-263