Venezuela Pangkas Produksi Minyak Gegara Embargo AS
Venezuela mengurangi produksi minyak akibat embargo AS yang hingga memicu penumpukan stok dan kelangkaan bahan pengencer.
(Bisnis.Com) 05/01/26 08:28 93205
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, mulai mengurangi produksi minyak mentah. Ini dilakukan lantaran perusahaan kehabisan kapasitas penyimpanan akibat blokade Amerika Serikat (AS).
Blokade AS itu membuat Venezuela tidak bisa mengekspor minyak. Adapun blokade tak lepas dari krisis politik di bawah pemerintahan sementara setelah Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan AS pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Dilansir dari Reuters, Senin (5/1/2026), ekspor minyak merupakan sumber pendapatan utama Venezuela. Ekspor kini terhenti setelah blokade AS terhadap kapal tanker yang dikenai sanksi dan penyitaan dua kargo minyak bulan lalu.
Berdasarkan data pelayaran yang dihimpun hingga Minggu (5/1), pengiriman kargo milik Chevron yang sebelumnya mendapat pengecualian lisensi dari Washington, dilaporkan turut terhenti sejak pekan lalu.
Dalam pengumuman penahanan Maduro, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa embargo minyak terhadap Venezuela kini berlaku sepenuhnya di bawah pengawasan masa transisi pemerintahan oleh Paman Sam.
Langkah PDVSA untuk menutup ladang minyak dan klaster sumur dilakukan seiring dengan menumpuknya stok di darat (onshore). Selain itu, perusahaan juga menghadapi kelangkaan bahan pengencer (diluents) yang krusial untuk mencampur heavy oil Venezuela agar layak dikapalkan.
Sumber internal menyebutkan bahwa PDVSA telah meminta pengurangan output kepada sejumlah perusahaan patungan (joint venture), termasuk Petrolera Sinovensa (CNPC), serta unit usaha Chevron seperti Petropiar dan Petroboscan. Sementara itu, Petromonagas yang sebelumnya dikelola bersama Roszarubezhneft kini dioperasikan penuh oleh PDVSA.
Di lapangan, pekerja di Sinovensa mulai mempersiapkan pemutusan koneksi pada 10 klaster sumur. Langkah ini diambil akibat penumpukan minyak mentah ekstra berat dan kelangkaan bahan pengencer.
Meski demikian, sumber menyebutkan bahwa sumur-sumur tersebut dapat diaktifkan kembali dengan cepat jika situasi membaik.
Biasanya, sebagian output Sinovensa dikirim ke China sebagai skema pembayaran utang. Namun, data pelayaran LSEG menunjukkan dua supertanker berbendera China yang menuju Venezuela terpantau berhenti sejak akhir Desember.
Kondisi serupa terjadi di Petromonagas. Perusahaan itu telah mengurangi produksi sejak akhir pekan lalu. Penghentian produksi dilakukan sembari menunggu pasokan bahan pengencer melalui pipa kembali normal.
Adapun Chevron dilaporkan belum memangkas produksinya secara drastis karena masih memiliki ruang penyimpanan di Petropiar.
Namun, keterbatasan kapasitas di Petroboscan dan tertahannya kapal-kapal pengangkut di perairan Venezuela diprediksi akan memaksa perusahaan asal AS tersebut untuk melakukan langkah serupa dalam waktu dekat.
#minyak-venezuela #cadangan-minyak-venezuela #as-embargo-venezuela #embargo-as #produksi-minyak #pdvsa #ekspor-minyak #blokade-as #krisis-politik-venezuela #sanksi-minyak #chevron-venezuela #penyimpana