Kemenkes Catat 62 Kasus Superflu, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Wabah

Kemenkes Catat 62 Kasus Superflu, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Wabah

Kemenkes RI mencatat 62 kasus Superflu di Indonesia, namun masyarakat tak perlu khawatir karena tidak ada peningkatan keparahan. Vaksinasi dan PHBS dianjurkan.

(Bisnis.Com) 02/01/26 15:55 91525

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sudah ada kasus Influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Namun, masyarakat Indonesia tak perlu khawatir akan terjadinya wabah.

Sebelumnya, subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah tersebar di lebih dari 80 negara.

Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain di China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

Sementara itu, di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan bahwa influenza A(H3) masih mendominasi. Namun, berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes melaporkan hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

"Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelas Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (2/1/2026).

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Kemenkes menyebutkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan Superflu menjadi wabah, karena influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.

"Gejala yang muncul juga umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Prima.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan.

Kemenkes menegaskan bahwa vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Sebelumnya, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani juga menjelaskan bahwa di antara vaksin influenza yang beredar di Indonesia masih efektif untuk mencegah sakita parah, terutama pada kelompok rentan lansia dan anak-anak.

"Efektivitas vaksin influenza untuk mencegah penularan itu cukup baik, ya 62%. Tapi, untuk mencegah kematian dia persentasenya lebih tinggi, karena memang vaksin itu juga bisa berperan mencegah keparahan," jelasnya.

Nastiti menjelaskan, meskipun efikasi untuk mencegah penularan di bawah 70%, namun apabila sudah divaksinasi, orang yang tertular tidak akan mengalami sakit dan gejala berat, seperti hanya demam, batuk, dan pilek, tidak sampai gejala sesak nafas, atau tidak sampai memerlukan perawatan di rumah sakit.

#superflu-indonesia #kemenkes-superflu #kasus-superflu #influenza-a-h3n2 #subclade-k #wabah-superflu #gejala-superflu #vaksin-influenza #pencegahan-superflu #superflu-anak #superflu-perempuan #superflu

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260102/106/1941080/kemenkes-catat-62-kasus-superflu-masyarakat-tak-perlu-khawatir-wabah