OJK: Penerbitan Berkurang, Investasi Dana Pensiun di SRBI Turun jadi Rp4,09 Triliun

OJK: Penerbitan Berkurang, Investasi Dana Pensiun di SRBI Turun jadi Rp4,09 Triliun

Investasi dana pensiun di SRBI turun jadi Rp4,09 triliun per Oktober 2025 akibat berkurangnya penerbitan. OJK proyeksikan pertumbuhan industri dana pensiun di 2026.

(Bisnis.Com) 30/12/25 16:55 88801

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut penempatan investasi industri dana pensiun di Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mengalami penurunan per Oktober 2025 dibandingkan akhir 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan hal tersebut sejalan dengan berkurangnya penerbitan SRBI sepanjang 2025.

“Berdasarkan data per Oktober 2025, nilai penempatan dana pensiun pada SRBI tercatat sebesar Rp4,09 triliun atau sekitar 1,06% dari total investasi,” katanya dalam jawaban RDK November 2025, dikutip pada Selasa (30/12/2025).

Kendati demikian, Ogi menilai SRBI ke depannya masih berpotensi diminati sebagai instrumen investasi jangka pendek dengan risiko rendah dan imbal hasil yang kompetitif.

“Namun, alokasi investasi dana pensiun tetap perlu disesuaikan dengan profil liabilitas [liability driven investment],” tegasnya.

Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa OJK memproyeksikan pertumbuhan industri dana pensiun, baik dari program pensiun wajib dan sukarela akan double digit pada 2026.

Meskipun, Ogi turut menilai dana pensiun pada tahun depan akan menghadapi tantangan di dalam pengelolaan portofolio investasi.

Pasalnya, menurut dia penurunan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) akan berdampak pada potensi penurunan tingkat imbal hasil investasi yang akan diperoleh Dana Pensiun.

“Strategi alokasi aset yang optimal juga menjadi tantangan bagi dana pensiun di tengah pergerakan pasar keuangan yang sangat dinamis,” sebutnya.

Selain mengenai pengelolaan investasi, dia juga menyoroti perihal pertumbuhan jumlah peserta yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang harus melahirkan inovasi produk.

“Sehingga adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pengembangan digitalisasi dalam rangka efektivitas pengelolaan dana pensiun,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia menurunkan penerbitan SRBI secara terukur sepanjang 2025 sebagai salah satu upaya menjaga likuiditas perbankan.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Ronald D. Parluhutan menyampaikan outstanding SRBI menurun menjadi Rp720,61 triliun per 19 Agustus 2025, dari Rp923,53 triliun per 31 Desember 2024.

“Upaya ini dilakukan untuk mendukung kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan, sekaligus mendorong keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ronald dalam agenda Pelatihan Wartawan Media Nasional di Yogyakarta, Jumat (22/8/2025).

Penurunan outstanding SRBI juga diikuti dengan turunnya yield atau imbal hasil, khususnya pada tenor 12 bulan yang menjadi acuan utama. SRBI saat ini ditawarkan dalam tiga tenor, yaitu 6, 9, dan 12 bulan.

#ojk #dana-pensiun #srbi #investasi-dana-pensiun #penurunan-srbi #investasi-jangka-pendek #risiko-rendah #imbal-hasil-kompetitif #liability-driven-investment #pertumbuhan-dana-pensiun #tantangan-invest

https://finansial.bisnis.com/read/20251230/215/1940531/ojk-penerbitan-berkurang-investasi-dana-pensiun-di-srbi-turun-jadi-rp409-triliun