Cuan, Harga Bitcoin Kembali Tembus US$90.000 per Keping
Harga Bitcoin melonjak di Asia, menembus US$90.000, didorong oleh minat investor jangka pendek meski pasar kripto belum sepenuhnya pulih dari aksi jual.
(Bisnis.Com) 29/12/25 12:36 87236
Bisnis.com, JAKARTA - Harga Bitcoin kembali naik dalam perdagangan Asia hingga menembus angka $90.000. Level harga psikologis yang mengisyaratkan potensi terobosan setelah token tersebut gagal memanfaatkan reli Santa yang mendorong saham ke level tertinggi sepanjang masa.
Mata uang kripto asli tersebut naik hingga 3,1% menjadi lebih dari US$90.200 di Singapura pada perdagangan hari ini, Senin, (29/12/2025). Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, selain Bitcoin mata uang kripto Ether juga naik hingga 4% melampaui $3.000.
Kenaikan ini muncul setelah periode pelemahan cukup panjang. Bitcoin sebelumnya relatif tak bergerak ketika indeks S&P 500 mencetak rekor menjelang Natal.
Meski demikian, pasar kripto belum sepenuhnya pulih dari aksi jual berminggu-minggu yang dimulai pada Oktober, dipicu likuidasi posisi leverage sekitar US$19 miliar. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati memasang taruhan besar pada pemulihan. Kini, mulai muncul tanda-tanda perubahan sentimen.
Peningkatan harga pada awal pekan dinilai berkaitan dengan aktivitas investor jangka pendek. Peningkatan pada hari Senin "tampaknya sebagian didorong oleh para pedagang ritel jangka pendek yang mengambil posisi yang semakin besar dalam kontrak berjangka," kata Sebastian Bea, kepala investasi ReserveOne Inc., perusahaan perbendaharaan kripto.
Sejalan dengan itu, indikator pendanaan Bitcoin berada di level tertinggi sejak 18 Oktober, berdasarkan data CryptoQuant. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap posisi beli di pasar perpetual futures. Minat terbuka pada kontrak berjangka Bitcoin juga mulai pulih, meskipun masih "jauh di bawah puncak baru-baru ini yang bertepatan dengan titik tertinggi Bitcoin baru-baru ini pada bulan Oktober," tambah Bea. Saat itu, token ini sempat menyentuh rekor US$126.251 pada 6 Oktober.
Di tengah meningkatnya adopsi institusional dan sejumlah kebijakan pro-kripto di bawah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kinerja Bitcoin sepanjang 2025 tetap tertekan. Secara kumulatif, aset digital terbesar tersebut masih mencatat penurunan sekitar 4% pada tahun berjalan.
#bitcoin #harga-bitcoin #bitcoin-naik #bitcoin-tembus-90000 #mata-uang-kripto #kripto-asia #bitcoin-singapura #ether-naik #pasar-kripto #sentimen-kripto #kontrak-berjangka-bitcoin #minat-beli-bitcoin #n-a