Cuaca Tak Menentu, Produksi Beras Cirebon Melorot jadi 42.000 Ton
Produksi beras Cirebon turun jadi 296.416 ton pada 2025 akibat cuaca tak menentu, meski luas tanam dan produktivitas padi melampaui target.
(Bisnis.Com) 23/12/25 11:33 82321
Bisnis.com, CIREBON- Kinerja produksi padi Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menjelang akhir 2025 menunjukkan paradoks serius. Di satu sisi, luas tanam dan produktivitas padi melampaui target.
Namun, luas panen dan total produksi justru merosot tajam, memicu penurunan produksi beras hingga puluhan ribu ton dibandingkan target tahunan.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, luas tanam padi pada 2025 tercatat 92.489 hektare, melampaui target 90.926 hektare. Produktivitas gabah kering giling (GKG) juga meningkat menjadi 61,83 kuintal per hektare, lebih tinggi dari target 61,22 kuintal per hektare.
Capaian positif tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Luas panen hanya mencapai 74.778 hektare, anjlok 11.602 hektare dari target 86.380 hektare.
Dampaknya, produksi GKG turun 66.469 ton dari target, dan produksi beras menyusut 42.613 ton menjadi 296.416 ton hingga Oktober 2025.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengakui penurunan produksi ini tidak bisa dipandang remeh, meski daerah masih mencatat surplus beras. Menurutnya, penurunan luas panen menjadi faktor utama yang menekan total produksi.
“Secara teknis, produktivitas kita bagus, bahkan di atas target. Tapi memang ada pergeseran waktu panen dan beberapa kendala iklim yang membuat sebagian lahan belum masuk masa panen sampai Oktober,” kata Deni, Senin (23/12/2025).
Deni menjelaskan kondisi cuaca yang tidak menentu sepanjang tahun turut memengaruhi pola tanam dan panen petani. Hujan yang datang lebih awal di sejumlah wilayah menyebabkan penundaan panen, sementara di daerah lain petani menyesuaikan jadwal tanam untuk menghindari risiko puso.
Meski demikian dari sisi konsumsi, Cirebon masih berada dalam kondisi aman. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,41 juta jiwa dan kebutuhan beras 9,5 kilogram per kapita per bulan, kebutuhan beras Januari–Oktober 2025 mencapai 229.310 ton.
Produksi beras pada periode yang sama tercatat 296.416 ton, sehingga daerah masih surplus sekitar 67.106 ton.
“Surplus ini harus dibaca hati-hati. Aman untuk saat ini, tapi kalau tren penurunan luas panen berlanjut hingga akhir tahun, tentu akan berdampak pada ketahanan pangan ke depan,” ujarnya.
Deni menegaskan, Pemkab Cirebon tengah memperkuat pengendalian lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), sekaligus mendorong optimalisasi kalender tanam dan perbaikan infrastruktur pertanian.
“Fokus kami ke depan bukan hanya mengejar angka tanam, tapi memastikan panen terjadi tepat waktu dan berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak cukup diukur dari surplus sesaat,” katanya.
#produksi-beras-cirebon #cuaca-tak-menentu #penurunan-produksi-beras #luas-tanam-padi #produktivitas-padi #luas-panen-padi #surplus-beras-cirebon #ketahanan-pangan-cirebon #kendala-iklim-pertanian #pol