Piutang Pembiayaan di Bali Nusra Rp19,68 Triliun per Oktober 2025
Piutang pembiayaan di Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp19,68 triliun pada Oktober 2025, tumbuh 3,50% YoY. NPF rendah di 1,46%. OJK dorong literasi keuangan.
(Bisnis.Com) 19/12/25 22:30 79359
Bisnis.com, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara posisi Oktober 2025 masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. .
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu menjelaskan pembiayaan dari perusahaan lembiayaan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp19,68 triliun, atau tumbuh 3,50% secara tahunan (year on year/(YoY), meningkat dibandingkan posisi September 2025 yang tumbuh sebesar 2,18% secara tahunan YoY dan (Oktober 2024: 13,73% YoY).
“Piutang pembiayaan di Bali Nusra tumbuh cukup tinggi, walaupun dengan laju yang melandai dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Puji dikutip dari siaran pers, Jumat (19/12/2025).
Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui Modal Ventura posisi Oktober 2025 sebesar Rp333,10 atau tumbuh 7,17% (YoY), membaik jika dibandingkan Oktober 2024 yang tumbuh sebesar 4,92% (YoY) ataupun (September 2025: 7,28% YoY).
Di sisi lain, tingkat pembiayaan bermasalah Perusahaan Pembiayaan relatif rendah dengan Non Performing Financing (NPF) posisi Oktober 2025 sebesar 1,46%, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,36%. Sementara itu, NPF dari pembiayaan modal ventura posisi Oktober 2025 sebesar 6,85%, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 7,78%.
Puji juga menjelaskan OJK senantiasa mendorong terwujudnya literasi dan inklusi keuangan bagi semua pihak dengan 10 sasaran prioritas yang tertuang dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia tahun 2021-2025 yang mencakup pelajar, mahasiswa, dan karyawan, petani dan nelayan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Calon PMI, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penyandang disabilitas, masyarakat daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) termasuk perempuan/ibu rumah tangga, dan komunitas.
“Dalam rangka mendorong tingkat literasi dan inklusi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, OJK terus melakukan bauran strategi yang dilaksanakan antara lain melalui edukasi keuangan secara tatap muka, edukasi keuangan secara online, aliansi strategis, dan juga melalui edukasi keuangan secara tematik,” kata Puji.
#piutang-pembiayaan #pembiayaan-bali-nusra #ojk-bali #pertumbuhan-pembiayaan #modal-ventura-bali #non-performing-financing #inklusi-keuangan-bali #literasi-keuangan-bali #pembiayaan-bermasalah #strateg