Uni Eropa Berencana Perluas CBAM, akan Sasar Suku Cadang Mobil hingga Mesin Cuci

Uni Eropa Berencana Perluas CBAM, akan Sasar Suku Cadang Mobil hingga Mesin Cuci

Uni Eropa akan memperluas CBAM dengan menyasar produk turunan baja dan aluminium seperti suku cadang mobil dan mesin cuci

(Bisnis.Com) 17/12/25 15:40 75912

Bisnis.com, JAKARTA — Uni Eropa berencana memperluas sektor-sektor yang disasar tarif karbon lintas negara atau carbon border adjustment mechanism (CBAM) sehingga meliputi suku cadang mobil, kulkas dan mesin cuci berdasarkan draf terbaru yang dilihat Reuters.

Perluasan ini ditempuh untuk menutup ketimpangan yang berisiko timbul ketika industri manufaktur asing mencoba menghindari kewajiban iklim.

Proposal tersebut sekaligus menandai perluasan signifikan dalam CBAM yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026. Melalui regulasi ini, produk-produk dengan jejak emisi tinggi seperti baja, semen dan pupuk akan dikenai biaya tambahan ketika masuk ke wilayah Uni Eropa.

“Proposal ini akan memperluas cakupan CBAM sehingga menyasar kebocoran karbon dari produk-produk yang berada di dalam rantai pasok baja dan aluminium,” tulis draf tersebut, dikutip dari Reuters.

Berdasarkan rencana dalam draf tersebut, produk konstruksi untuk jembatan, transformator listrik dan kabel, serta mesin-mesin pertanian juga akan masuk dalam cakupan pungutan tersebut.

Uni Eropa memilih produk-produk baru ini berdasarkan tingkat paparannya terhadap risiko “kebocoran karbon”, yakni potensi relokasi industri ke luar Eropa untuk menghindari kebijakan iklim kawasan yang ketat.

CBAM yang diterapkan UE sendiri bertujuan melindungi industri Eropa dari impor murah beremisi tinggi, sekaligus mendorong produsen global beralih ke proses produksi yang lebih bersih.

Namun, kebijakan yang berlaku saat ini telah memicu kritik dari sejumlah mitra dagang, termasuk China, India, dan Afrika Selatan. Mereka menilai CBAM secara tidak adil membebani industri di negara berkembang.

Draf proposal kedua dari Komisi Eropa yang juga dilihat Reuters juga menunjukkan bahwa Uni Eropa berencana menggunakan 25% dari pendapatan CBAM untuk menyediakan kompensasi bagi produsen Eropa pada periode 2028–2029 atas biaya yang lebih tinggi akibat penerapan pungutan karbon pada impor.

Uni Eropa memperkirakan tarif karbon lintas batas ini akan menghasilkan pendapatan sebesar 2,1 miliar euro (US$2,47 miliar) pada 2030.

Industri hanya akan berhak menerima dukungan tersebut apabila mereka berinvestasi dalam upaya pengurangan jejak karbon dari proses manufaktur, demikian tertulis dalam draf tersebut.

Proposal ini merupakan respons atas tuntutan kalangan industri agar Uni Eropa memberikan kompensasi kepada eksportir Eropa guna membantu mereka bersaing di pasar luar negeri, di mana para pesaing tidak menanggung biaya emisi CO₂.

Namun demikian, draf proposal tersebut tidak secara spesifik menyebutkan bahwa dana ini akan ditujukan bagi eksportir. Sejumlah pejabat Uni Eropa menyatakan kekhawatiran bahwa skema pengembalian dana atau subsidi bagi eksportir dapat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Uni Eropa menegaskan bahwa CBAM yang dirancang sepenuhnya sejalan dengan ketentuan WTO.

Sementara itu, seorang juru bicara Komisi Eropa menolak memberikan komentar atas draf tersebut, yang masih berpotensi mengalami perubahan sebelum dipublikasikan secara resmi.

#carbon-border-adjustment #cbam-uni-eropa #tarif-karbon-uni-eropa #suku-cadang-mobil #mesin-cuci-karbon #kebijakan-iklim-uni-eropa #emisi-tinggi-produk #kebocoran-karbon #rantai-pasok-baja #produk-kons

https://hijau.bisnis.com/read/20251217/653/1937616/uni-eropa-berencana-perluas-cbam-akan-sasar-suku-cadang-mobil-hingga-mesin-cuci